JAKARTA TODAY – Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) akan mengoperasikan ruas baru jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I pada pertengahan Agustus 2018. Jalan tol yang dimiliki PT Waskita Karya ini mengontrak JLO hanya sebatas untuk mengoperasikan atau operator.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tollroad Operator Aan Sanaf mengungkapkan, jangka waktu pengoperasian seksi I Ciawi-Cigombong sepanjang 15,35 kilometer (km) itu akan berjalan selama lima tahun pertama.  “Pengoperasiannya direncanakan pada pertengahan Agustus 2018. Kita sudah dikontrak sejak Februari 2018 di mana JMTO hanya bertindak selaku operator saja,” ungkap Aan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Aan menambahkan, JMTO merupakan anak usaha Jasa Marga yang saat ini telah mengelola sembilan ruas jalan tol milik Jasa Marga.  “Keuntungannya dari ruas ini nantinya akan dikelola kembali okeh induk usaha yakni Jasa Marga untuk membangun dan mengembangkan jalan tol baru,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, dari sejumlah ruas yang siap tahun ini, baru Seksi I ruas Ciawi-Cigombong yang progresnya sudah mendekati selesai.

“Ya kita targetkan Juli tahun ini. Lebaran kemarin sudah kita fungsikan sebagai jalur mudik. Setelah satu ruas di Jawa diresmikan, selanjutnya jalur tol ini siap kita resmikan,” ujar dia di Jakarta awal bulan ini.

Namun, BJPT masih memastikan kesiapan peresmian jalur tol untuk seksi pertama di ruas Ciawi-Cigombong yang saat ini konstruksinya sudah tahap penyelesaian akhir. “Kalau kontruksi selesai Juli ini. Namun kalau peresmiannya masih kita koordinasikan lagi, yang jelas bisa selesai dalam tahun ini,” jaminnya.

Jalan tol yang berada di jalur selatan Jawa ini akan menambah portofolio jalan tol nasional. Jalan tol yang dimiliki PT Waskita Karya dengan kepemilikan saham 81,64% ini juga akan membuka akses jalur wisata yang terkenal dengan keindahan alamnya. Dengan total panjang 54 km, diperkirakan jumlah kendaraan per hari yang melewati jalur ini bisa mencapai 12.318 kendaraan.

Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah Djoko Setijowarno mengatakan, pembangunan ruas jalan tol harus diikuti dengan kreativitas pemerintah daerah untuk mengembangkan potensinya. Menurutnya, jalur tol Ciawi-Sukabumi akan mampu membuka kantong-kantong ekonomi baru khususnya yang bergerak di sektor pariwisata.

Sementara itu, PT Jasa Marga Tollroad Operator akan menerapkan sistem On Board Unit (OBU) di jalan tol yang dimiliki Jasa Marga. Saat ini penerapan OBU baru dilakukan di ruas tol tertentu di pintu tol Cengkareng, Bekasi Barat, Cililitan hingga Kuningan Satu. (net)

loading...