Kita sering mendengar keluhan tetangga sebelah, saudara dekat, bahkan teman sepekerjaan. Mereka mengeluh karena mengapa dirinya tak sama dengan yang lain, nasib keluarganya tak seberuntung orang lain, pekerjaannya tak sebagus orang lain, pendidikannya tak selancar orang lain, karirnya tak semulus orang lain dan semacamnya.

Suatu hari, ada seorang perempuan muda cantik mengeluh mengapa nasib sial selalu menimpa dirinya, mengapa musibah selalu membuntutinya, mengapa ujian tak pernah menjauh darinya dan mengapa mengapa lainnya yang berupa keluhan atas ketidaknyamanan hidup. Diapun menilai bahwa kehidupan ini sangat tidak adil, Allah tidak adil, dan takdir memang kejam.

Para pengeluh seperti di atas tampaknya perlu merenungkan ini: ‘’Jangan engkau iri pada seseorang karena nikmat yang diberikan Tuhan kepadanya, karena engkau tak tahu apa saja yang telah Allah cabut darinya. Janganlah engkau bersedih karena musibah yang menimpamu, karena engkau tak tahu apa saja yang akan Allah berikan kepadamu karena musibah itu. Berikan kabar bahagia pada mereka yang sabar.”

Ternyata hidup ini bukan panggung keluhan. Hidup adalah episode-eisode penuh tantangan yang perlu dijalani tanpa membanding-bandingkan nikmat yang kita terima dengan yang diterima orang lain. jangan mengeluhkan ujian dan musibah yang mendera kehidupan kita. Jalani biasa-biasa saja karena hidup ini sesungguhnya biasa-biasa saja. Tak perlu didramatisasi. (*)

loading...