BOGOR TODAY – Wali Kota Bogor Bima Arya mengunjungi Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (15/1/2019). Selain melakukan agenda silaturahmi dengan Kepala Istana Bogor yang baru, yakni Erwin Wicaksono, Bima juga diajak untuk meninjau proyek pedestrian dan penataan Sungai Cibalok yang berada di dalam area Istana Bogor.

Dalam proyek penataan tersebut, terlihat aliran Sungai Cibalok yang melintasi Istana Bogor mulai dari Gereja Zebaoth hingga Pintu Utama Istana (simpang Denpom) dipercantik dengan mengembalikan fungsi utama sungai, lengkap dengan beberapa air terjun dan bebatuan sehingga menambah kesan natural. Terlihat pula pedestrian dibangun di sisi sungai yang membuat pemandangan semakin indah.

Erwin yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Sub Bagian Bangunan Istana Kepresidenan Herman Supriyadi dan Staf Protokol Istana Kepresidenan Cecep Koswara itu mengajak Bima Arya untuk mencicipi fasilitas tersebut yang sudah rampung sejak 18 Desember 2018.

“Kalau secara fisik, sudah rampung sejak 18 Desember 2018. Saat ini kondisinya masih tahap pemeliharaan, tinggal diberikan sentuhan akhir saja. Insya Allah dalam waktu dekat ini sudah selesai semuanya sehingga bisa dinikmati warga dari luar,” ungkap Herman.

Herman menambahkan, awalnya akan dibangun konsep terbuka untuk umum sehingga warga bisa menikmati pedestrian tersebut. Namun, hal itu urung dilakukan lantaran alasan keamanan. “Sebenarnya pedestrian tersebut awalnya ingin mendekatkan kepada masyarakat, baik yang berasal dari Kota Bogor maupun dari luar Bogor. Konsep awalnya seperti itu. Akan tetapi karena ada pertimbangan keamanan, sehingga pedestrian tersebut akhirnya hanya bisa dinikmati dari balik pagar Istana saja,” jelasnya.

Diharapkan, dengan pembangunan tersebut bisa menambah daya tarik pariwisata bagi masyarakat. “Saat jalan-jalan di sekitar Istana Bogor bisa menjadi daya tarik tersendiri. Selain rusa sebagai ikon dari Istana Bogor, kami memberikan pemandangan lain. Kalau dulu mungkin fungsi Sungai Cibalok sebagai lintasan air saja, sekarang menjadi pemandangan baru yang natural,” bebernya.

Bima Arya usai melihat dan merasakan langsung berjalan di sisi sungai tersebut mengaku sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pihak Istana Bogor. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan penataan kawasan yang terus dilakukan oleh Pemkot Bogor.

“Tadi saya banyak bertanya program penataan pembenahan Istana ke depan, di dalam seperti apa. Saya memberikan beberapa usulan agar Istana dan Kebun Raya yang surga dunia ini juga tidak berbeda dengan dunia luar di sekitar Istana. Harus nyambung. Perlu komunikasi yang baik antara Istana dengan Pemkot,” ungkap Bima.

Bima berharap, dengan dipercantiknya area di dalam pagar Istana Bogor itu bisa menambah daya jual pariwisata bagi warga Bogor maupun di luar Bogor. “Bogor memiliki ikon yang sangat kuat yang tidak dimiliki kota lain. Bogor identik dengan Istana dan Kebun raya. Dua ikon ini yang ke depan menjadi primadona. Pemkot Bogor juga terus mengemas titik lain dalam penataan kawasan agar lebih indah dan menarik,” kata dia. (Lintang)

 

loading...