BOGOR TODAY- Setelah melalui serangkaian Sidang Komisi dan Sidang Paripurna Majelis Wali Amanat (WMA) IPB menyetujui Pedoman Operasional Pemilihan Rektor IPB Tahun 2017-2022 dan memilih Erika E Laconi sebagai sebagai Ketua Panitia Pemilihan Rektor pada periode ini.

Erika E Laconi menyampaikan keyakinannya bahwa Pemilihan Rektor IPB Akan berjalan kondusif, seperti yang lalu. Terlebih semua pemangku kepentingan dan empat organ IPB, yaitu MWA, Senat Akademik, DGB, serta Rektor IPB bersinergi mendukung pemilihan rektor Ini.

“IPB mencari pemimpin akademik profesional yang dapat diterima oleh para pemangku kepentingan. Pemilihan Rektor ini dilakukan bertepatan dengan saat pemerintah semakin merasakan pentingnya sektor pertanian, biosains, dan kemaritiman sebagai tulang punggung pembangunan nasional” ujar Erika, Minggu (9/4/2017).

Sementara, Ketua MWA M Achmad Chozin memaparkan, payung hukum MWA IPB adalah Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 2013 tentang Statuta IPB, sedangkan yang menjadi rujukan adalah Peraturan MWA IPB Nomor 21/MWA-IPB/2016 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor IPB.

Ada pun tahapannya, Chozin menjelaskan pertama penjaringan nama bakal calon rektor yang dimulai dari tingkat departemen dan unit kerja lainnya. Proses ini melibatkan sivitas akademika dan tenaga kependidikan serta alumni IPB. Tahap ini direncanakan berlangsung pada 1 sampai 30 Mei 2017.

Tahap kedua, seleksi administrasi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Rektor (PPR) IPB. Bakal calon rektor yang memenuhi syarat administrasi masuk ke tahap berikutnya. Tahap ini direncanakan berlangsung pada 2 Juni sampai dengan 20 Juli 2017.

Ketiga adalah penetapan enam BCR yang dilakukan oleh Senat Akademik (SA) berdasarkan pemikirannya mengenai rencana strategis dan program kerja lima tahun dengan merujuk pada Rencana Strategis Jangka Panjang IPB 2018-2045. Tahap ini direncanakan berlangsung pada 1 Agustus sampai 15 September 2017.

Tahap keempat adalah SA akan melakukan proses seleksi terhadap keenam BCR tersebut. untuk menghasilkan tiga calon rektor yang berhak mengikuti pemilihan yang diselenggarakan oleh MWA dalam Sidang Paripurna MWA.

Pada tahap ini setiap calon menyampaikan gagasan, rumusan program kerja lima tahun, serta target pencapaian dalam upaya mewujudkan visi dan misi IPB. Tahap ini direncanakan berlangsung pada 18 September sampai dengan 10 Oktober 2017.

Tahap kelima, selanjutnya MWA melaksanakan sidang paripurna untuk memilih satu calon rektor secara musyawarah mufakat. Bilamana musyawarah tak dapat dicapai kesepakatan, maka dipilih berdasarkan pemungutan suara terbanyak. Tahap ini direncanakan berlangsung pada 15 November 2017.

Tahap terakhir adalah pelantikan Rektor Terpilih Tahun 2017-2022 yang dilaksanakan pada 15 Desember 2017. “Semoga proses Pemilihan Rektor IPB Tahun 2017-2022 mendapatkan Rektor yang diharapkan semua pemangku kepentingan,” tutup Chozin.(Yuska Apitya)

loading...