CIBINONG TODAY – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengklaim nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, di 2017 sampai dengan September, nilai investasi di Kabupaten Bogor tercatat pada sistem pelayanan informasi dan perizinan investasi secara elektronik (Spipise), PMDN sebesar Rp 4.19 triliun dan PMA sebesar Rp 1.98 trilun.

“Ditambah dengan nilai investasi yang tercatat dari Non- Spipise sebesar Rp 2.39 trilun. Sehingga, total investasi sebesar Rp 8.56 trilyun,” papar Bupati Bogor Nurhayanti dalam pidatonya saat launching Online Perizinan Transparan dan Sistematis (Optimis) yang mencakup 31 Perizinan dan Non Perizinan, di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Saat ini, terdapat 117 jenis izin dan 68 jenis non izin yang menjadi kewenangan Pemkab Bogor. Dari jumlah tersebut, 99 jenis izin dan 44 jenis nonizin atau sebanyak 77 % telah didelegasikan kepada DPMPTSP dan secara bertahap, keseluruhan pelayanan perizinan dan non perizinan di Kabupaten Bogor akan didelegasikan DPMPTSP.

“Optimis mencakup 31 jenis perizinan dan nonperizinan, terdiri dari 26 jenis perizinan dan 5 jenis nonperizinan yang meliputi 5 bidang yakni bidang perdagangan sebanyak 7 jenis izin, bidang ketenagakerjaan sebanyak 4 jenis izin, bidang pekerjaan umum dan penataan ruang sebanyak 6 jenis izin, bidang peternakan sebanyak 1 jenis izin dan bidang kesehatan sebanyak 13 jenis izin,” ujarnya.

Perizinan online yang dikembangkan DPMPTSP Kabupaten Bogor ini juga akan terintegrasi dengan pelayanan Administrasi terpadu Kecamatan (Paten) yang saat ini telah berjalan di Kecamatan di seluruh Kabupaten Bogor dan sebagai bagian dari kemudahan berusaha, perizinan online yang kami upayakan dapat meningkatkan minat para investor dan calon investor untuk menanamkan investasinya, sehingga dapat meningkatkan realisasi investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bogor.

“Saya berkomitmen untuk terus memberikan keamanan berinvestasi dan kemudahan berusaha kepada seluruh investor dan calon investor dengan pelayanan yang trasnparan dan tepat waktu,” janji mantan Sekdakab Bogor ini.

Semenatara itu, Kepala DPMPTSP Kabuapaten Bogor Joko Pitoyo mengatakan, dengan diluncurkannya 31 perizinan online bisa memudahkan setiap perzinan yang ada, transparan, informatif dan sistematis.

“Sekarang tidak ada lagi perizinan yang sulit di Kabupaten Bogor, belum lagi jarak tempuh yang ke ibu kota – ke Kabupaten Bogor, banyak waktu dan dana yang terbuang. Maka, dengan ini kami meluncurkan layanan optimis yakni pelayanan yang jauh lebih mudah, cepat dan hemat tentunya,” tutur Joko.

Dengan adanya perizinan online atau otomatis, ini dapat melayani 31 perizinan yang terbagi dari sektor kesehatan, perdagangan, industri, pendidikan, perdagangan, pekerjaan umum dan sektor jasa. “Kami optimis dengan adanya pelayanan berbasis online ini bisa mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia,” pungkasnya. (Firdaus)

loading...