JAKARTA TODAY- Bank Indonesia (BI) mencatat besaran inflasi hingga pekan kedua Februari 2017 mencapai 0,35%. Bila dilihat dari Februari 2016 lalu, inflasi di Februari 2017 cukup tinggi. Karena di Februari 2016 terjadi deflasi.
130531_agus martowardoyo-gubernur bi
“Inflasi kami di Februari memang ada melakukan survei itu diperkirakan 0,35%. Tapi secara umum aktivitas daripada koordinasi BI dengan pemerintah, pemerintah daerah itu semua berjalan baik,” kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di kantor BI, Jakarta Pusat, Jumat (10/2/2017).

Inflasi 0,35% diakibatkan dari pencabutan subsidi kepada sebagian pelanggan listrik 900 VA. Selain itu, dari kelompok bahan pangan juga disumbangkan dari harga cabai rawit merah yang masih tinggi. “Dampak kenaikan tarif listrik masih ada dan juga kenaikan dari beberapa volatile food seperti cabai masih ada,” kata Agus. “Tetapi kalau untuk volatile food daging ayam, telur ayam, bawang merah itu semuanya dalam kondisi deflasi,” lanjut Agus.
Agus masih optimistis inflasi tahun ini dapat terjaga di kisaran 3-5%. Seiring dengan koordinasi yang terus dilakukan antara BI dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga harga pangan di sepanjang tahun ini. “Saya kalau lihat inflasi masih sesuai dengan target kita 4% plus minus 1%,” tutup Agus. (Yuska Apitya/dtk)

loading...