JAKARTA TODAY- Bank Indonesia (BI) memproyeksi tingkat harga Februari mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Prediksi yang dibuat berdasarkan survei pekan kedua bulan ini itu sama dengan hasil prediksi survei pekan pertama.

“Berdasarkan survei kami, pada minggu kedua Februari itu inflasi ada di kisaran 0,35 persen,” tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Kompleks BI, Jumat (17/2).

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, maka proyeksi itu lebih tinggi. Pasalnya, tingkat harga Februari 2016 mengalami deflasi 0,09. Secara tahunan, inflasi Februari bakal ada di level 3,95 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 4,42 persen.

Menurut Agus, meskipun mengalami inflasi, tingkat harga Februari lebih baik dibandingkan bulan lalu. “Kami di Januari cukup khawatir karena inflasi ada di 0,97 persen,” ujar mantan Menteri Keuangan ini. Lebih lanjut, inflasi Februari masih dipengaruhi oleh penyesuaian tarif dasar listrik. Kemudian, inflasi juga disebabkan inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) diantaranya disumbang dari cabai merah, cabai rawit, dan bawang mewah. “Tetapi daging ayam, telur ayam, itu semua mengalami deflasi,” ujarnya.
Sebagai informasi, BI menargetkan inflasi tahun 2017 sebesar 4 plus minus 1 persen. Sementara, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah mengasumsikan inflasi sebesar 4 persen. (Yuska Apitya/cnn)

loading...