JAKARTA TODAY- Harga rata-rata lahan industri 2016, di kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek) menyentuh angka Rp 2,660 juta per meter persegi atau US$ 18,4 per meter persegi. Angka ini meningkat 4,7% dibanding tahun 2015. Demikian riset Cushman and Wakefield Indonesia mengenai “Jakarta Property Market Overview“.

Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE)

Harga tertinggi, menurut riset tersebut, masih dipegang lahan industri di Jakarta yakni Rp 5,750 juta per meter persegi. Disusul lahan industri di Bekasi senilai Rp 2,66 juta per meter persegi, Tangerang Rp 2,6 juta per meter persegi, dan Bogor Rp 2 juta per meter persegi. Sementara harga lahan industri di Karawang dan Purwakarta menyentuh angka Rp 1,94 juta per meter persegi. Angka ini lebih tinggi ketimbang harga jual lahan industri di Serang Rp 1,675 juta per meter persegi.

Menurut Director Research and Advisory Indonesia Arief Rahardjo, tahun ini kawasan industri diharapkan pulih, dan lebih baik ketimbang tahun 2016. “Hal ini mengacu pada dua kuartal terakhir 2016, yang diikuti prospek ekonomi yang lebih optimistis,” ujar Arief.

Secara umum, Cushman and Wakefield Indonesia mencatat permintaan bersih kuartal IV-2016 merupakan tertinggi sepanjang tahun tersebut yakni seluas 62,25 hektare. Meski demikian, permintaan bersih tahunan seluas 146 hektare pada tahun lalu itu adalah yang terendah dalam 7 tahun terakhir. Rekor terendah sebelumnya dari permintaan bersih terjadi pada tahun 2009 dengan permintaan hanya 134 hektare.

Secara tahunan, kinerja 2016 justru menurun signifikan dibanding 2015 dengan total kebutuhan 335 hektare. Demikian halnya pada segmen penawaran. Tahun lalu adalah yang terendah dalam 7 tahun terakhir, dengan total pasokan total hanya sekitar 160 hektare, kurang dari 10% dari pasokan tahunan tahun 2015 seluas 1.800 hektare.

Seretnya pasokan ini berdampak pada tingkat penjualan kumulatif yang meningkat sedikit menjadi 68,2%, dari 67,9% pada tahun sebelumnya. “Tidak ada permintaan besar-besaran untuk lahan industri tahun 2016. Rata-rata permintaan relatif rendah hanya 5 hektar per transaksi,” tambah Arief.

Kawasan industri di Bekasi, dan Karawang merupakan koridor yang diserap pasar paling besar. Sementara di Serang diserap oleh perkebunan. (Yuska Apitya/ktn)

loading...