JAKARTA TODAY- Meski Lebaran sudah lewat sepekan, harga daging ayam belum juga mengalami penurunan harga. Seperti di Pasar Klender, Jakarta Timur, harga daging ayam ras masih dibanderol seharga Rp 45.000/ekor untuk berat kisaran 1,4 kg.

Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN) , Achmad Dawami menjelaskan, saat ini memang ada kekurangan stok ayam pasca Lebaran. Sehingga membuat suplai ayam berkurang drastis pasca Idul Fitri.

“Jadi memang ada stok yang berkurang. Karena sebelum Lebaran banyak sekali permintaan ayam, makanya banyak ayam yang belum seharusnya dipanen, dipotong saat mau Lebaran, karena harganya saat itu juga sedang bagus. Dampaknya ayam yang harusnya panen setelah Lebaran, sekarang sedikit karena sudah dipotong duluan,” kata Dawami, Minggu (2/7/2017).

Selain itu, sambungnya, masih banyaknya pengepul yang masih libur Lebaran ikut berkontribusi pada stok ayam ras potong ke pasar.

“Banyak juga bakul yang masih tutup karena masih belum balik dari mudik. Tapi yang pasti mahalnya harga daging ayam karena memang di kandang ayamnya sedikit, karena banyak yang dipotong sebelum waktunya,” kata Dawami.

Meski Lebaran sudah lewat sepekan, harga daging ayam belum juga mengalami penurunan harga. Di Pasar Klender, Jakarta Timur contohnya, harga daging ayam ras masih dibanderol seharga Rp 45.000/ekor untuk berat kisaran 1,4 kg.

Sebelumnya, pedagang daging ayam Pasar Klender, Yuni, menuturkan harga daging masih dibanderol seharga Rp 45.000/ekor dengan berat sekitar 1,4 kg. Lebih tinggi dibandingkan harga normalnya sekitar Rp 35.000/ekor.

“Harga ayam belum turun sejak ebelum Lebaran. Masih mahal, saya saja masih jual Rp 45.000/ekor. Harusnya kalau harga sudah kembali normal, itu seharusnya Rp 35.000/ekor. Atau kalau dihitung per kg itu kisaran Rp 24.000/kg,” terang Yuni.

Diungkapkannya, mahalnya harga ayam tersebut lantaran pasokan dari pengepul ke pedagang masih minim. Harga ayam hidup (livebird) dari pengepul sendiri saat ini dipatok Rp 27.000/kg.

“Kalau beli hidupnya itu Rp 27.000/kg, belinya dari agen di Pulogadung. Biasanya kalau harga pas normal belinya Rp 23.000/kg. Mahal karena memang barangnya sedikit, pengepulnya masih banyak yang tutup. Ini kan sudah seminggu (pasca Lebaran), kemungkinan harga normal lagi kalau sudah 10 hari,” ungkap Yuni. (Yuska Apitya)

loading...