Untitled-10Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan jumlah perguran tinggi di Jabar masih kurang. Terlebih, jumlah penduduknya tidak sebanding dengan jumlah perguruan tinggi.

Oleh : Yuska Apitya Aji
[email protected]

Bayangkan saja, jum­lah penduduk di Jabar saat ini menca­pai lebih dari 46 juta jiwa. Selain faktor biaya ke perguruan tinggi, jumlahnya pun masih kurang. Pendirian perguruan tinggi rata-rata masih di kota besar.

“Oleh sebab itu pengem­bangan perguruan tinggi ke daerah perlu ditekankan karena tak sebanding den­gan jumlah penduduk,” tutur Heryawan, kemarin.

Menurutnya, pendidi­kan di Jawa Barat harus bisa merata agar mudah diakses oleh masyarakat. Pihaknya juga mendorong kampus-kampus negeri di Jabar un­tuk mendirikan kampus atau fakultas baru di daerah yang minat pendidikan hingga perguruan tingginya masih kurang.

“Perbandingan kampus negeri dan jumlah penduduk kita masih tidak sebanding. Jawa Barat penduduknya ban­yak, kampusnya hanya lima,” ucapnya.

Menurutnya, lima kampus negeri tersebut ialah Univer­sitas Pendidikan (UPI), Insti­tut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Siliwangi (Unsil).

Pria yang akrab disapa Aher ini mendorong pergu­ran tinggi lebih mengem­bangkan sumber daya alam di daerah. Sehingga, penge­lolaan alam ke depan bisa dilakukan oleh masyarakat di daerah itu sendiri.

“Kampus yang diperban­yak itu, yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam,” jelasnya.

Aher pun menyambut baik rencana Unpad membuat pola Multicampus. Diharap­kan Unpad bisa mengem­bangkan potensi-potensi alam di daerah Pangandaran seperti halnya Pariwisata, Pertanian, Perikanan hingga Perkebunan.

“Bayangkan saja, nelayan Cina bisa mendapatkan ikan tuna di perairan kita. Kita juga harus bisa karena harga ikan tuna di pasar ikan luar negeri sangat mahal,” tutup Aher.

Di tempat yang sama, Rek­tor Universitas Padjajaran, Prof Med Tri Hanggono Ach­mad menuturkan, pengem­bangan perguruan tinggi neg­eri hingga ke daelah pelosok Pangandara mempunyai tu­juan mengembangkan bidang kelautan dan perikanan. Hal tersebut, lanjut dia, tidak hanya mendirikan fakultas baru saja.

“Untuk pelaksanaan pengembangan kampus ke luar domisili, berjalan den­gan pola kerjasama Multi­campus,” tuturnya.

Unpad, kata dia, ingin mendorong pemberdayaan wilayah. Dengan jumlah pen­duduk yang banyak tidak memungkinkan seluruh pen­duduk ditampung oleh Per­guruan Tinggi Negeri.

Pendirian kampus baru Unpad di Kabupaten Pangan­daran ini dibangun di lahan seluas 40 hektar. Dana yang digelontorkan sendiri bersifat simultan, tidak hanya Pemer­intah Daerah, namun pusat akan diupayakan ikut mem­bantu.

“Ini bukan sekadar mendirikan program studi, tapi bagaimana kita mengem­bangkan wilayah Pangan­daran secara keseluruhan,” terangnya.

Menurutnya, dengan pem­bangunan kampus ini, diya­kini bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah.

“Risetnya berjalan, pengembangan wilayah berja­lan. Sektor – sektor akademik strategis yang dihadirkan,” jelasnya.(Yuska Apitya)

 

loading...