CIBINONG TODAY – Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bogor terus melakukan vaksinasi terhadap pelaku usaha ternak kecil untuk mencegah kembali timbulnya virus Flu Burung di Bumi Tegar beriman. Meski saat ini, belum ada korban terserang virus mematikan itu.

“Meski tidak ada laporan dari warga ada unggas terkena Flu Burung, vaksinasi terus kami lakukan sebagai bentuk pencegahan. Untuk ternak – ternak besar tidak kami lakukan vaksinasi, karena pengusaha ternak besar sudah melakukan vaksinasi sendiri,” ujar Kasi Pengawas Kesmavet Pemotongan Hewan, Disnakan Kabupaten Bogor,  drh. M.Toif Hidayatullah.

Flu Brung merupakan penyakit menular pada unggas dan burung liar yang disebabkan virus influenza tipe A dan terkadang dapat menular kepada manusia (Zoonosis). Jenis penyakit ini sering dianggap sepele, karena gejala kepada unggas dan manusia ringan.

“Gejala klinis pada unggas menyebabkan kematian mendadak, jengger berwarna biru, bercak – bercak kemerahan pada kaki, eksudat pada hidung (lendir) dan kesulitan bernafas. Gejala yang tertular kepada manusia dari penyakit flu burung diantaranya yaitu demam tinggi, batuk, pusing sakit tenggorokan, mual, nyeri perut, diare, dan sesak nafas,” terang Toif.

Dijelaskan toif, untuk pencegahan dan pengendalian flu burung yaitu peningkatan biosecurity, sanitasi (feses ayam, bangkai, peralatan dan yang lainnya), pemusnahan ayam sakit, vaksinisasi ayam sehat, pengendalian burung liar.

“Penerapan Good Hygienis Practices pada penanganan, penyimpanan, pengolahan, pemasakan (daging dan telur, red) dan pendidikan serta peningkatan kepedulian masyarakat atau konsumen,” pungkasnya. (Fathya MG)

loading...