BOGOR TODAY- Belum lama ini dunia internasional dihebohkan dengan kemunculan virus ransomware wannacry yang menyerang sistem IT komputer di banyak negara dan akhir bulan Juni 2017 dunia internasional kembali diresahkan dengan adanya virus ransomwarePetya, berdasarkan informasinya lebih berbahaya dibandingkan virus wannacry.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor Firdaus menghimbau jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor maupun bagi warga Kota Bogor yang sehari-hari menggunakan komputer untuk melakukan langkah antisipasi terhadap serangan program jahat ransomware Petya.

“Kami menghimbau untuk tetap waspada dan selalu memproteksi kondisi komputer. Disamping itu jangan membuat statement yang berlebih dalam menanggapinya,” katanya saat ditemui diruang kerjanya. Selasa (04/07/2017).

Firdaus menyebut, biasanya kemunculan virus tersebut kemungkinan lebih banyak menyerang sistem IT komputer perusahaan besar dan perbankan.

“Kecil kemungkinan menyerang komputer yang ada di lingkungan pemerintah, tapi kami tetap waspada dan mengantisipasinya,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, jika komputer terserangi virus tersebut bisa dilihat dari tampilan layar yang kacau dan booting lebih lama dari biasanya. Sementara ini di Kota Bogor belum ada yang terinfeksi virus ransomware Petya.

Untuk mencegah masuknya virus masuk ke sistem IT komputer di Lingkungan Pemkot Bogor Firdaus menyebut telah dilengkapi software anti virus yang cukup mumpuni untuk menghalau masuknya virus dan menerapkan strategi khusus pengamanan.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang didapat beberapa waktu lalu menjadi satu pembelajaran bagi jajaran Diskominfostandi Kota Bogor untuk lebih waspada dan menelusuri kembali website-webite yang ada.

Ia mengajak warga untuk berpikir jangan sampai virus bisa masuk tetapi berpikir untuk mencegahnya minimal dengan membackup data.

“Kalau ada laporan kerusakan yang ada di sistem IT komputer di Lingkungan Pemkot Bogor jajaran Diskominfostandi langsung memperbaiki dan memproteknya,” tuturnya.(Aryo/ed : Yuska Apitya)

loading...