BOGOR TODAY- Memasuki semester dua, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor mulai garap pekerjaan yang diajukan para anggota dewan melalui kegiatan reses para Anggora DPRD atau Pokok Pikiran (Pokir).

Kabid Pemeliharaan Kebinamargaan DPUPR Kota Bogor Herman Rusli mengatakan, semua jumlah ajuan ada 77 paker pekerjaan.

Namun, lanjut dia, dari jumlah tersebut 75 paket Penunjukan Langsung (PL) yang lolos survey konsultan, dua diantaranya dilelangkan melalui Unit Layanan Penyediajasa (ULP) karena nilainya diatas Rp 200 juta.

“Yang dua dilelangkan di ULP, satu lolos dan satu gagal lelang, karena ada kesalahan alamat dalam lokasi pekerjaan yang diajukan,” kata Herman Rusli kemarin.

Sementara untuk paket yang di PLkan, dari 75 hanya 69 paket yang lolos survey konsultan, 6 diantanya tidak lolos dengan bebagai persoalan, ada yang nilai anggarannya kurang ada juga yang diajukan telah dikerjakan.

“Ya, sekitar 69 paket yang lolos dan 6 paket di pending, karena dari hasil survey konsultan ada anggarannya yang lebih ada juga yang lokasinya sidah di kerjakan tahun lalu, tapi akan kami ke ajukan kembali di Anggatan Biaya Tambahan (ABT),” jelasnya.

Ia menambahkan, dari jumlah pekerjaan PL yang lolos dirinya sudah menandatangani 15 paket dan siap di kerjakan.

“Ada sekitar 15 Surat Perintah Kerja (SPK) yang sudah saya jtandatangani, tinggal sisanya yang akan dilaksanakan secara bertahap,” pungkasnya.(Yuska Apitya)

loading...