BABAKANMADANG TODAY – Guna mengantisipasi maraknya jajanan anak yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan serta mengupayakan peningkatkan mutu dan keamanan pangan terhadap anak, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Sosialisasi Jajanan Sekolah 2018 bagi para siswa Sekolah Dasar di SDN Kadumangu 03, Kecamatan Babakan Madang, pada Senin (23/7/2018).

Dace Supriadi, selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor yang secara langsung membuka jalannya kegiatan mengatakan bahwa Kegiatan Sosialisasi Jajanan Sekolah 2018 dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan materi makanan jajanan sehat dalam rangka pembinaan dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.

Ditambahkannya, untuk memastikan bahwa pembinaan keamanan pangan di sekolah berjalan dengan baik dan berkesinambungan, maka diperlukan langkah pengawasan yang independen dan terpisah dari fungsi pembinaan.

“Pengawasan keamanan pangan pada jajanan anak sekolah harus mampu menjamin bahwa produk yang dihasilkan dan beredar dilingkungan sekolah telah memenuhi aspek keamanan pangan karena ketika anak-anak mengkomsumsi pangan yang aman, ini merupakan kunci keberhasilan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa”, ujarnya

Sisi lain, Lilik Noor Yuliati selaku staf pengajar departemen IKK FEMA IPB yang bertindak sebagai  narasumber dalam kegiatan tersebut memaparkan bahwa jajanan sehat merupakan jajanan yang mengandung gizi cukup seperti kalori, protein, dan vitamin. Tidak harus mahal, justru jajanan tradisional seperti getuk, gemblong, kroket, klepon, pisang goreng, singkong, dan gado-gado justru lebih sehat dan bergizi. “yang paling penting, makanan yang dijual tidak mengandung zat yang berbahaya,” jelasnya.

Sementara itu, Uned Junaedi selaku Kepala Sekolah SDN Kadumangu 03 berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh semua komponen sekolah baik guru maupun para siswa.  “Kepada para stake holder khususnya yang ada di SDN Kadumangu 03 agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dan nantinya dapat memilah-milah mana makanan yang sehat dan yang tidak sehat,”  tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari mulai dari tanggal 23-26 Juli serta 30-31 Juli di sekolah-sekolah yang berbeda melalui pertemuan dengan melibatkan peserta yang terdiri dari beberapa orang tua murid, para pelaku usaha dan para guru serta melibatkan beberapa siswa dari berbagai sekolah yang ada di Kabupaten Bogor. (Putri/*)

 

loading...