RUMPIN TODAY – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristek dan Dikti )RI, Prof. Muhamad Nasir yang turut serta di dampingi oleh Yohanan Yambise Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Masyarakat, hadir pula Terlihat Kapten Infanteri, Hasan Bisri, Danramil Rumpin, AKP Suyono, Wakapolsek Rumpin dan Perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Rumpin, menyaksikan pelatihan bela negara yang bertempat di Kampung Cibodas, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Mengikuti bela negara adalah menciptakan generasi yang mampu berkontrubuisi dalam pembangunan nasional di era globalisasi ini tentu menemui banyak tantangan. Dalam menghadapinya, pemerintah terus menekankan untuk senantiasa menanamkan wawasan kebangsaan, agar dapat menangkal ancaman – ancaman yang mungkin hadir dan dapat menghambat kemajuan bangsa.

Salah satu upayanya adalah melalui bela negara dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam berbangsa dan bernegara, upaya bela negara tersebut dilakukan sejak dini, dan menjangkau generasi muda dari daerah manapun, tak terkecuali daerah Papua. Untuk itulah Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Kementrian pertahanan untuk membentuk generasi muda, khususnya bagi orang aslli Papua dan papua barat, untuk dapat mengikuti diklat kader muda bela negara.

“Saya sudah bekerja sama dengan kodam – kodam di seluruh indonesia. Tapi ini khusus mahawasiswa Papua dilakukan disini dan ini sangat bagus. Nanti kedepan kita akan lakukan formasi 3T yaitu Terdepan, Terluas dan Tertinggal. Kemudian setelah itu gabungan anatara Papua dan 3T. Setelaha ini nanti masalah Pancasila sebagai ideloigi negarara muadan – mudahan bulan Agustus bisa dilangsungkan di Istana Bogor,”

“Kita ingin membangun pada anak bangsa, untuk merasa memliki negara, nasionalisme harus kita lakukan supaya rakyat indonesia punya semangat rasa nasionalisme, negara manapun namanya wajib militer itu dilakukan seluruh pemuda yang ada di suatu negara,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) RI, Prof. Muhamad Nasir, Rabu (19/7/2017).

Di tempat yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Masyaraka, Yohanan Yambise, menambahkan, dari kementrian merasa bahwa program bela negara ini sangat penting untuk membekali generasi – generasi muda, karna mereka adalah aset pembangunan kedepan dan generasi penerus bangsa. Khusu untuk anak – anak Papua yang memang dipersiapan Sumber Daya Manusianya (SDM)-nya kedepan.

“Dengan adanya pembekalan seperti ini, maka akan menyeiapkan diri mereka, berperilaku yang baik, sehingga bisa menjadi teladan – teladan yang akan meraka tunjukan ke anak – anak generasi emas tahun 2048 ke depan,” kata Yohanan Yambise. (Agus)

loading...