DRAMAGA TODAY – Perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia RI ke-72, dimanfaatkan PT. Antam (persero) Tbk UBPE Pongkor untuk melakukan bakti sosial berupa pemberian kursi roda bagi warga difabel yakni, Nina (17) warga Desa Petir dan Suherman (27) warga Kuripan, Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Kedua warga penderita Lumpuh Layu dan Hidrosefalus tersenyum sumeringah ketika rombongan PT. Antam UBPE Pongkor bersama Muspika Kapolsek Dramaga Dan Kades berkunjung kerumahnya pada Kamis 17 Agustus 2017 untuk memberikan bantuan 2 buah kursi roda.

VP CSR and HC Finance, Kamsi ST, mengatakan, kegiatan sosial Antam peduli kasih ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT RI ke-72, untuk membantu warga yang sedang kesulitan ekonomi. “Bakti sosial bantuan yang diberikan CSR PT. Antam UPBE Pongkor kali ini tidak lain untuk kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesame,” ujar Kamsi.

Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa menunjang segala aktivitas Nina dan Suherman dan dapat memberikan manfaat lebih baik bagi keduanya. “Sebelumnya, Antam sudah memberikan donasi bantuan untuk berobat terhadap Nina dan Eman. Sekarang sesuai janji Atam akan memberikan kursi roda kepada mereka,” katanya.

Antam pun akan terus memberikan bantuan sosial terhadap masyarakat sekitar pabrik maupun luar Antam. “Tentunya, kami pun akan terus bersinergi dengan pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” janji Kamsi.

Ance (41) Ibunda Nina terharu saat dikunjungi rombongan dari PT. Antam dan Muspika. Ance merasa sedih, karena anaknya yang menderita penyakit Hidrosefalus dari kecil hingga berumur 17 tahun harus terdiam di dalam rumah tidak bisa merasakan bermain dengan teman sebayanya.

“Sehari hari tidur, makan pun  harus disuapin, saya suka sedih dan menangis ketika melihat anak saya seperti ini. Namun hari ini, anak saya tersenyum pas di kasih kursi roda, mungkin dengan adannya bantuan dari Antam, anak saya dapat bermain lagi di sekitaran rumah,” imbuh Ance.

“Kami dan keluarga sangat berterima kasih pada pihak yang sudah membantu dan peduli dengan anak saya, khususnya PT Antam Pongkor yang telah peduli kepada anak kami yang menderita penyakit Hidrosefaulus sejak usia 3 bulan, sempat di operasi namun karena keterbatasan biaya akhirnya operasi kedua pun belum dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Suherman atau biasa disapaa Eman (27) yang saat ini tinggal bersama Neneknya karena ditinggalkan kedua orang tuanya menderita penyakit lumpuh layu seja duduk dibangku 9 SMP  hingga sampai saat ini. (Albi)

loading...