DENPASAR TODAY – Gempa yang terjadi di Denpasar, Bali berkekuatan 5,4 magnitudo terjadi pada pukul 05.48 WIB tidak berpotensi tsunami. Hal itu diterangkan oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” kata Rahmat dalam keterangan persnya, Kamis (23/8).

Gempa tersebut kata Rahmat, juga dirasakan di Kuta, Jimbaran, Denpasar, Mataram, Lombok barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur, Gumuk Mas (Jember).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” lanjut Rahmat.

Hingga pukul 06.15 WIB, Rahmat menjelaskan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelasnya.

Rahmat menjelaskan, dari hasil yang sudah diamati oleh BMKG, menyebutkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi berkedalaman dangkal.

“Ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik (Thrust fault),” tutup Rahmat. (net)

 

 

 

loading...