BOGOR TODAY- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengancam akan memecat pegawai yang terbukti membocorkan data nasabah kepada pihak luar secara ilegal. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data nasabah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap pelaku penjualan data nasabah melalui internet berinisial C (27) pada Sabtu (12/8) lalu.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, tersangka mengumpulkan data nasabah dari bagian pemasaran sejumlah bank sejak 2010 silam. Kemudian, tersangka menjual data tersebut secara paket, mulai dari Rp350 ribu hingga jutaan rupiah. “Kami akan pecat,” ujar Direktur Utama BRI Suprajarto di Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (25/8).

Suprajarto mengungkapkan, perseroan bakal memperketat penjagaan dan pengawasan internal untuk mencegah agar data nasabah tidak diperjualbelikan secara ilegal.

“Kami pasti tahu pelakunya, kalau ada data nasabah yang keluar,” imbuhnya.

Menurut Suprajarto, seiring perkembangan teknologi, jual-beli data nasabah bisa terjadi di mana saja. Dari sisi perseroan, penting untuk mengawasi sumber daya manusia. “Ini kan masalah teknologi dan sumber daya manusianya, jadi tidak bisa dijamin 100 persen. Tapi, kami akan berusaha semaksimal mungkin data nasabah tidak akan ke mana-mana,” pungkasnya.


Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat waspada dalam memberikan informasi pribadi kepada pihak lain, termasuk perbankan. Pasalnya, perbankan dapat menjual data nasabah kepada pihak lain selama nasabah terkait memberikan otorisasi. Karenanya, pilihan untuk memberikan atau tidak memberikan otorisasi tersebut harus tercantum secara jelas dalam formulir yang diisi oleh nasabah.
(Yuska Apitya)

loading...