BOGOR TODAY- Penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kembali tertunda lantaran sulitnya mencari kesepakatan di antara fraksi terkait lima isu krusial yang tersisa. Pansus akan kembali rapat selasa pekan depan.

Rapat yang berlangsung kemarin sempat diskors dari pukul 13.00-20.00 untuk memberi waktu antar-fraksi melakukan lobi. Namun begitu rapat dibuka, anggota dewan belum juga menemukan kesepakatan. Pertemuan setengah kamar pun kembali dilakukan sejak pukul 21.00-23.00 untuk memberi kesempatan para ketua kelompok fraksi saling lobi.

Namun, hingga tengah malam, belum juga ada kesepakatan. “Hasil lobi-lobi tadi (fraksi) diminta untuk internalisasi lagi, lobi lagi. Kembali rapat selasa siang jam 14.00,” kata Ketua pansus RUU Pemilu, Lukman Edy, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

Lukman menjelaskan, hasil rapat semalam adalah fraksi-fraksi sepakat untuk membahas dan memutus lima isu krusial secara paket. Nantinya, tiap fraksi diberi kesempatan melakukan pertemuan informal untuk saling menawarkan pilihannya terhadap lima isu tersebut sekaligus.

“Kami kan mengajukan lobinya per isu. Tapi atas permintaan teman-teman PDIP supaya ini dibahas satu paket,” ucapnya.

Lima isu krusial yang nantinya akan diputuskan secara paket adalah sistem pemilu, ambang batas pencalonan presiden, ambang batas parlemen, alokasi kursi per daerah pemilihan, dan metode konversi suara ke kursi.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menuturkan, Selasa pekan depan, 13 Juni 2017 keputusan per isu hasil lobi-lobi fraksi ini akan dibicarakan.

Bila nantinya dalam rapat penyelesaian RUU Pemilu itu ada lebih dari satu paket yang ditawarkan, dan tidak juga menemukan kesepakatan, maka akan dilakukan voting. “Keputusan harus tetap diambil dengan cara yang terakhir, yaitu dengan cara voting,” demikian Lukman.

Sementara itu, khusus untuk Jawa Barat, ada beberapa dapil yang diusulkan berubah. Kota Bogor yang sebelumnya digabung dengan Cianjur, kini berubah bergabung dengan beberapa titik dapil di Kabupaten Bogor.(Yuska Apitya)

loading...