TENJO TODAY – Cerita sedih soal kemiskinan belum juga usai di Bumi Tegar Beriman. Di kabupaten penyangga Ibukota Jakarta, masih ada warga miskin yang luput dari sentuhan pemerintah. Ya, Asmara (75) nenek tua renta yang tinggal di Kampung Kompa 3, RT 03/ 01, Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor harus rela menjadi orang miskin seumur hidup yang hanya tinggal di gubuk reot.

Undang – undang dasar 1945 di pasal 34 ayat (1) menyebutkan, fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara negara. Artinya, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengurusi Nenek Asmara. Lantas dimana pemerintah saat nenek renta itu hidup miskin dan sakit – sakitan.

“Nenek Asmara tidak memiliki anak, hanya saudaranya saja. Dia hidup sebatang kara stelah ditinggal mati suaminya,’” tutur Bambang warga sekitar.

Rumah berukuran sekitar 6 X 4 menjadi tempat Asmara berteduh. Saat air hujan turun, atap genteng yang bolong – bolong dan dinding terbuat dari anyaman bambu yang sudah usang pun tak mampu melindungi nenek dari guyuran air hujan dan tiupan angin kencang. “Mungkin rumah nenek Asmara tidak layak disebut rumah, malah mirip kandang kambing,” sindirnya.

Kondisi Asmara kian hari kian memburuk. Sakit yang dialaminya bukan karena penyakit yang biasa diderita pejabat korup, tapi akibat menahan lapar. Hunian yang buruk serta kondisi kesehatan nenek Asmara yang sangat prihatin, membuat cerita pilu soal kemiskinan di kabupaten dengan APBD Rp 6,7 triliun pun lengkap. Untuk makan sehari – hari pun dibantu warga dan tetangga sekitarnya.

“Nenek Asmara ini hidup dari pemberian orang lain. Dia seringkali menahan lapar karena tidak ada apapun yang bisa dimakanan,” kata dia.

Kerja pejabat pemerintah pun mirip polisi dalam film India yang selalu hadir setelah jatuh korban. Asnan, AP selaku Camat Tenjo tidak bisa mengelak bahwa benar ada warganya yang miskin dan tinggal di gubuk reot yang mirip kandang kambing.

“Betul saat ini kami bersama UPT Puskesmas dan Dinsos sedang mengurus nenek Asmara untuk dilakukan penanganan serius. Nenek Asmara akan kami bawa ke RSUD untuk dilakukan perawatan kesehatannya,” janji Asnan.

Tidak hanya berjanji untuk membawa nenek miskin ke rumah sakit, angin surga pun dihembuskan orang nomor satu di Tenjo bahwa, pemerintah akan mengupayakan gubuk reot meilik Asmara agar masuk dalam daftar list program rehab rumah tidak layak huni (RTLH) yang sudah berjalan kurang lebih delapan tahun.

“Menurut keterangan kepala Desa Ciomas, dulu nenek itu sudah dibawa keluarganya ke Desa Gorowong di Kecamatan Parungpanjang, namun si neneknya balik lagi ke rumahnya di Desa Ciomas. Akan saya upayakan agar rumah nenek Asmara bisa mendapatkan bantuan program RTLH secepatnya,” pungkasnya. (Albi)

loading...