BOGOR TODAY- Setelah dilaunching pada awal tahun 2017 lalu tepat tanggal 1 Januari 2017, Bus Wisata UNforgettable City tour At Lovable city (UNCAL) pernah dioperasikan beberapa kali pada saat weekend di Kota Bogor. Namun nyatanya UNCAL saat ini menghilang bak ditelan oleh bumi, gembar-gembor bus tersebut untuk mengurangi kemacetan saat kota hujan diserbu wisatawan seketika hilang. Beberapa kali warga sudah berkumpul di Balai Kota Bogor namun UNCAL tak kunjung datang sehingga masyarakat kecewa.
Pada Sabtu (7/1/2017), UNCAL diujicoba oleh beberapa komunitas di Kota Bogor dan awak media untuk mengenal rute bus wisata itu. Bus mulai start dari Balai Kota Bogor lalu menyusuri Jalan Djuanda dan berbelok ke Jalan Sudirman lanjut ke Jalan Pemuda, Jalan Heulang dan memutar ke Jalan Ahmad Yani.
Kemudian masuk kembali ke Jalan Sudirman dan mengikuti rute SSA hingga ke Jalan Jalak Harupat, Jalan Ceremai Ujung, Jalan Papandayan, memutar ke Jalan Salak, lalu kembali ke Jalak Harupat. UNCAL kemudian ke Jalan Pajajaran dan berhenti di kawasan Tugu Kujang. Setelah berhenti di Tugu Kujang kemudian ke Jalan Otto Iskandardinata, kembali masuk Jalan Djuanda dan berakhir di Balai Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, UNCAL dibawa kembali ke Cimahi untuk ditambah beberapa perlengkapan dan ornamen. Setelah itu dilanjutkan untuk diproses izin operasional, karena ada beberapa perubahan peraturan baru. “Kami sudah minta untuk atensi khusus Dinas Peehubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat. Insya Allah akan dipercepat prosesnya, penjelasan dari Dishub prov karena ada prosedur atau aturan yang berubah sehingga prosesnya menyesuaikan dan perlu waktu,” ungkap Bima, Senin (20/2/2017).
Bima melanjutkan, model bus tetap tanpa jendela, para wisatawan sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan suasana Kota Bogor. Selain itu pemandu wisata juga akan berbagai pengetahuan seputar perkantoran pemerintah, objek-objek heritage, wisata dan taman-taman kota termasuk petunjuk berbagai tempat kuliner di Kota Bogor.
“Bus Uncal yang berkapasitas 25 orang penumpang tersebut tetap beroperasi selama dua hari setiap Sabtu dan Minggu dengan waktu tempuh 3 sampai 5 kali perjalanan. Untuk rute yang ditempuh sementara dimulai dari Balai Kota Bogor, lalu singgah di dua titik lokasi yaitu Taman Kencana dan Tugu Kujang untuk melihat Lawang salapan lalu kembali lagi ke Balaikota Kota,” tuturnya.
Bima menjelaskan, untuk menghasilkan pendapatan dari bus UNCAL ini, akan disediakan space iklan yang berbayar dan harus ada izin dari sponsor utama bus. Misalkan saat ini sponsor utama adalah Bank Jabar Banten (BJB), maka nanti yang akan pasang iklan harus ada izin dari BJB.
“Karena tidak ada APBD di UNCAL ini, murni CSR dan dikelola koperasi PDJT. Ditugaskan Pramu Wisata Kota Bogor untuk tour guide di dalam bus. Ke depan kalau sudah 20 bus, orang akan naik dari titik wisata. Saat ini rute yang ditentukan yang sudah dirilis,” terangnya.
Sedikitnya menurut Bima, 300 ribu warga Jakarta datang ke Kota Bogor untuk berwisata, itu salah satu yang membuat Kota Bogor macet. Mereka didorong untuk memakai bus UNCAL agar tidak menggunakan kendaraan pribadi saat menuju Kota Bogor.
“Mereka akan dikenalkan titik wisata kuliner, heritage, icon Kota Bogor, perkantoran dan tempat lainnya. Nanti akan kerjasama dengan tempat wisata juga tempat kuliner di Kota Bogor,” katanya.(Yuska Apitya)
loading...