TANGERANG TODAY- Empat warga negara Korea Utara yang menjadi buronan otoritas Malaysia lantaran diduga terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, disebut sempat menginjak Indonesia.

“Iya benar, keempat warga Korut itu terlacak berangkat dari bandara Cengkareng menuju Dubai dan Bangkok,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno, Senin (20/2).

Dari data sementara imigrasi, WN Korut itu bernama Ri Jae Nam, Hong Song Hac, dan Ri Ji Hyon. Mereka terlacak berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada 13 Januari lalu, tepat di hari tewasnya Jong-nam, menuju Dubai. Sementara O Jonggil terlacak berangkat dari Cengkareng menuju Bangkok pada 19 Januari lalu. Meski begitu, Agung belum bisa menjelaskan secara detail rekam perjalanan keempat buronan itu. Agung juga belum bisa menjelaskan apakah bandara Cengkareng menjadi tempat transit bagi keempat pria Korut yang diketahui berusia antara 33-57 tahun itu untuk kabur dari kejaran polisi Malaysia.

Hingga saat ini, Malaysia telah menangkap empat tersangka yang diduga terlibat pembunuhan Jong-nam yakni dua perempuan asal Vietnam dan Indonesia, serta dua pria asal Malaysia dan Korut. Polisi meyakini bahwa Jong-nam, 46, tewas diracun setelah dua perempuan terduga pelaku menyemprotkan cairan beracun ke wajahnya.

Insiden ini terjadi pada Senin (13/2) di terminal keberangkatan Bandara Kuala Lumpur saat nam tengah menunggu pesawat yang akan membawanya ke Macau, China, tempat tinggal ia dan keluarganya selama diasingkan dari Korea Utara. Saudara tiri pemimpin tertinggi Korut itu meninggal ditengah perjalanan menuju rumah sakit. Semula, otoritas Korut sempat menolak proses autopsi yang dilakukan Malaysia. Pejabat Korut dilaporkan sempat menghabiskan waktu berjam-jam membujuk Malaysia agar tak melakukan autopsi terhadap jasad Jong-nam. Pyongyang bahkan sempat mendesak Malaysia untuks egera mengembalikan jenazah Jong-nam. Namun, Malaysia berkeras tetap melakukan autopsi dan memberikan waktu sekitar dua minggu bagi sanak keluarga Jong-nam untuk membantu penyelidikan, salah satunya dengan memberikan sampel DNA.

Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam menyatakan, hasil autopsi jenazah Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong Un yang tewas terbunuh diperkirakan akan keluar Rabu pekan ini. “Kami berbicara masa normal rampungya hasil post mortem, sehingga hasil autopsi korban diperkirkanan keluar Rabu ini,” kata Subramaniam seperti dikutip Reuters, Senin (20/2).

Meski begitu, sejak kabar kematian Jong-nam merebak, keberadaan anggota keluarganya di Macau sekaan misterius. Sejumlah wartawan di sana tidak berhasil menemukan istri dan dua anak Jong-nam pada sejumlah properti miliknya, yang diketahui menjadi tempat tinggal Jong-nam dan keluarganya selama di Macau. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia telah memanggil Duta Besar Korut Kang Chol lantaran telah menuding otoritas Negeri Jiran itu telah bersekongkol “dengan kekuatan eksternal” dan menyembunyikan sesuatu dalam penyelidikan kasus ini. Kasus ini membuka kembali kecurigaan masyarakat internasional atas pemerintahan otoriter Korut di. Pasalnya, Nam yang selama ini hidup mengasing di luar negeri, kerap membocorkan kesengsaraan dan kejamnya pemerintahan yang dipimpin keluarganya itu.(Yuska Apitya/cnn)

loading...