JAKARTA TODAY – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN) gencar menyalurkan Kredit Kepemilikan Apartemen ( KPA). Tahun ini, menarget penyaluran KPA baik subsidi maupun non subsidi sebesar Rp 748 miliar.

Target tersebut lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp 685 miliar. Beberapa strategi yang dilakukan BTN untuk mengejar target, di antaranya menggandeng pengembang besar yang agresif membangun hunian vertikal, diantaranya dari BUMN Karya sebagai bentuk sinergi BUMN, seperti PT PP Urban, Perumnas, Adhi Karya Grup dan lebih dari 60 pengembang besar di Indonesia.

“Awal tahun ini kami komitmen untuk ikut pembiayaan apartemen dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), dan kami menjalin kemitraan dengan para pengembang apartemen yang banyak membidik segmen menengah,” kata Direktur Bank BTN Budi Satria, Kamis (9/8/2018).

Adapun untuk memperkuat penyaluran KPA, BTN siap menawarkan pembiayaan KPA subsidi dengan sekama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang akan disalurkan semester II ini. Segmen yang dibidik BTN apartemen dengan harga sekitar Rp 200 juta. Untuk di wilayah Serpong, sebanyak 1.700 unit apartemen dan di Teluk Jambe Karawang sebanyak 2.600 unit.

“Porsi pembiayaan KPA masih lebih kecil dibandingkan KPR namun seiring dengan menyempitnya lahan dan gaya hidup urban yang semakin digemari, Kami optimistis KPA dapat terus meningkat permintaannya,” kata Budi. Pengembangan kerjasama dengan para pengembang hunian vertikal diharapkan dapat mempercepat target Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Pemerintah.

Selain memastikan pasokan hunian berkualitas, BTN juga memastikan skema KPA yang memudahkan masyarakat memiliki rumah. Sementara itu per Juni 2018, penyaluran KPA BTN baru sebesar Rp 395 miliar atau sekitar 52 persen dari target. Angka pencapaian penyaluran KPA per Juni 2018 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp257 miliar. (Net)

loading...