CIBINONG TODAY – Dinas Perdagangan dan Perindusrtian (Disperdagin) Kabupaten Bogor, secara rutin mengadakan kegiatan brifing tentang anggaran kas bersama Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor pada Senin 14 Januari 2019 bersama  Ibu Sekdis dan di hadiri Para Kepala Bidang, serta  para Kepala Seksi dan Staf di lingkup Dinas di Aula Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor.

“Anggaran kas menunjukkan arus uang masuk dan keluar yang direncanakan, dan posisi terakhir pada akhir periode interim tertentu, misalnya akhir bulan,” ujar Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor, Dace Supriadi.

Anggaran kas menyatakan jumlah kas bersih yang dimiliki Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk berapa lama. Jadi sebagai dasar untuk ramalan kas dan persediaan kas. Selain anggaran kas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga membutuhkan saldo kas dan perubahan saldo kas setiap hari. Apabila Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga menginvestasikan sebagian uang kas dalam surat berharga, maka informasi tentang perkembangan surat-surat berharga setiap saat juga perlu disediakan. Untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang cukup maju, informasi tersebut biasanya menggunakan komputer.

“Manfaat penyusunan anggaran kas anggaran kas memiliki manfaat pokok antara lain sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, dan sebagai alat pengawasan kerja,” tuturnya,

Yang pertama sebagai pedoman kerja, berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta sekaligus memberikan target-target yang harus dicapai oleh kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian di waktu yang akan datang.

Kedua sebagai pengkoordinasian kerja, berfungsi sebagai alat untuk pengkoordinasian kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di dalam Dinas Perdagangan dan Perindustrian dapat saling menunjang, saling bekerja sama dengan baik, untuk menuju sasaran yang telah ditetapkan.Dengan kelancaran jalannya Dinas Perdagangan dan Perindustrian  akan Iebih terjamin.

“Ketiga, sebagai alat pengawasan kerja, berfungsi pula sebagai tolak ukur, sebagai alat pemanding untuk menilai (evaluasi) realisasi kegiatan Dinas Perdagangan dan Perindustrian nanti. Dengan membandingkan antara apa yang tertuang di dalam budget dengan apa yang dicapai oleh realisasi kerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dapatlah dinilai apakah telah sukses bekerja ataukah kurang sukses bekerja. Dan perbandingan tersebut dapat pula diketahui sebab-sebab penyimpangan antara budget dan realisasinya, sehingga dapat pula diketahui kelebihan dan kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Hal akan dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan yang sangat berguna untuk menyusun rencana-rencana (budget) selanjutnya secara lebih matang dan lebih akurat,” paparnya. (*)

loading...