BOGOR TODAY – Jajaran Tim Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Korem 061/SK memberikan penyuluhan Kegiatan tentang Penyuluhan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilapangan Tenis Makorem 061/SK, di jalan Ciwaringin, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kegiatan tersebut diikuti 200 prajurit TNI AD beserta PNS dijajaran Korem 061 yang dibuka langsung oleh Kepala Staf Korem 061/SK, Letkol Czi Dwi Bima Nurrachmat.

Kasrem 061/Surya Kencana, Letkol Czi Dwi Bima Nurrachmat menyampaikan, bahwa negara indonesia merupakan negara terluas dan sulit untuk dipantau oleh aparat terkait, sehingga peredaran narkoba pun sangat gampang masuk, apalagi di pelosok wilayah yang jauh dan tidak terjangkau dari pantauan aparat,” ujar Dwi, Senin (31/7/2017).

Hukum Narkoba di negara luar sangat tegas dibanding Indonesia, sehingga para bandar Narkoba pun memilih Indonesia untuk menjadi target peredaran dan melakukan transaksi Narkoba, karena hukum di Indonesia lebih ringan dibanding Negara lain.

“Sesuai apa yang diinformasikan oleh Kepala BNN RI Budi Waseso, bahwa sudah disiapkan 250 Juta Narkoba untuk diedarkan diseluruh pelosok wilayah Indonesia,”tandasnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kabupaten Bogor Rika Indri Roamer mengatakan, penjualan obat di Negara Indonesia bisa saja berlalih ditempat obat peredaran nya, selain itu juga bisa beredar di toko Kosmetik dan toko obat lainnya agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada aparat penegak hukum.

Selain itu Rika mengatakan, Jumlah pemakai narkoba sampai degan saat ini berjumlah 45.5 persen perempuan dan 70.49 persen laki-laki khususnya para pengguna kebanyakan dari kalangan remaja di Indonesia.

Dan efek dari kecanduan Narkoba tersebut akan berdampak kepada otak kita, untuk mendapatkan barang Narkoba akan dilakukan dengan cara apapun, walaupun pecandu narkoba tidak ada yang terbebas dari bahaya nya barang haram tersebut, apalagi bagi yang sudah jadi pecandu,”katanya.

Rika menjelaskan, peredaran Narkoba dimulai dari tempat hiburan malam sampai dengan warung di pinggir jalan dan kemungkinan besar terdapat pengedar narkoba.

Apabila ada anggota kita tercandu merupakan AIB bagi keluarga, seandainya ada saudara dan rekan segera laporkan ke pihak rehibilitasi untuk dilakukan tahap penyembuhan secara bertahap karena mereka juga merupakan korban yang harus diobati.

Sasaran Narkoba bukan hanya orang dewasa tapi Narkoba juga merambah ke anak – anak dibawah umur.

“Wilayah Bogor merupakan transit bagi para gembong dalam melakukan pengedaran narkoba, dikarenakan Bogor merupakan jalur perlintasan, peredaran barang haram yang dilakukan melalui jalur laut, darat dan udara,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urin kepada ratusan Anggota TNI AD dan PNS dijajaran Korem 061/Surya Kencana. (Albi)

loading...