JAKARTA TODAY- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana untuk menambah jaringan kantor di luar negeri dengan membuka kantor cabang di Melbourne, Australia. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bisnis antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria Australia.

“OJK sudah menyampaikan kepada pemerintah di Victoria dan otoritas perbankan Australia untuk rencana pembukaan cabang BNI di Melbourne, sekarang tinggal BNI melanjutkan prosesnya,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad dalam keterangan resmi, Jumat (21/4)

Muliaman menjelaskan, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia selama ini sudah berjalan baik dan memiliki potensi yang besar untuk semakin dikembangkan. Dia pun berharap BNI dapat membuka kantor cabangnya dalam waktu dekat di Melbourne guna memanfaatkan potensi keuangan di area tersebut. BNI menurut dia, dapat memberikan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh setiap bisnis dan kebutuhan WNI di Australia.

Sementara itu, Direktur Treasury dan Internasional BNI Panji Irawan mengaku pihaknya akan mulai menyiapkan proses pengajuan ijin kepada otoritas perbankan di Australia. “Cepat lambatnya pendirian BNI di Melbourne tergantung pada perijinannya, harus ada ijin dari OJK dan otoritas dari Australia. Prosesnya akan segera kami mulai,” katanya.

Saat ini, menurut Panji, pihaknya sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne. Dari hasil studi kelayakan tersebut, BNI melihat adanya potensi bisnis retail banking guna menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Australia. Untuk itu, dia pun berharap bisa mendapatkan ijin pembukaan kantor cabang yang tak hanya terbatas pada bisnis wholesale banking, tetapi juga mencakup retail banking.

Sebagai informasi, Indonesia pada 2015 lalu berada pada posisi kesepuluh sebagai negara tujuan ekspor Australia. Disisi lain, impor Australia dari Indonesia menempati posisi kedua belas. Ada pun pada waktu yang sama, nilai investasi Australia di Indonesia mencapai 8,4 miliar dolar Australia, sedangkan nilai investasi Indonesia di Australia sebesar 1,4 miliar dolar Australia. Sementara itu, pada sektor wisata, Australia masih menjadi negara terbesar yang berkontribusi dalam kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu sebesar 16,51 persen dari total wisatawan manca negara. Di sisi lain, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Australia pada 2015, jumlah pelajar Indonesia di Australia mencapai 19.300 orang. (Yuska Apitya)

loading...