NASIONAL---AKTIVIS-REKLAMASIDenpasar Today – Dukungan hukum untuk Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang juga Koordina­tor Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI), I Wayan ‘Gendo’ Suardana meluas. Ketua Tim Hukum ForBALI, I Made Ariel Suardana men­gatakan saat ini jumlah advo­kat yang membela Gendo ber­jumlah 63 orang.

“Penggalangan bantuan dari kami sekarang jumlahn­ya 52 advokat, ditambah lagi dari pasubayan desa adat 11 orang,” kata dia kepada me­dia di kantor Desa Adat Sanur, Denpasar, Jum’at, 19 Agustus 2016.

Aktivis asal Ubud itu dil­aporkan oleh ormas Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) ke Mabes Polri dengan tudu­han melakukan pencemaran nama baik. Sebelumnya, jum­lah advokat yang tergabung dalam tim kuasa hukum For­BALI berjumlah 30 orang.

Menurut Ariel, dukungan masih akan berlanjut. Peran pasubayan desa adat sangat kuat untuk menggalang du­kungan dalam kasus krimi­nalisasi Gendo. “Pasubayan menjadi organ yang melawan, bukan memback-up,” katanya.

Adapun Ketua Pasubayan Desa Adat Tolak Reklamasi Teluk Benoa, I Wayan Swarsa menuturkan seluruh pimpi­nan desa adat dalam pasubay­an yang saat ini berjumlah 39 desa mengecam kerap upaya kriminalisasi aktivis Gendo. Ia menilai ada banyak kejang­galan dalam kasus yang men­impa Gendo Suardana.

“Pospera itu mencuat setelah kasus ini, kami di pa­subayan sangat minin infor­masi Pospera,” tutur Bendesa Adat Kuta itu. Ia menilai aneh jika ada kumpulan aktivis yang bertolakbelakang den­gan pasubayan.

Kendati ormas Pospera memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo, namun Swarsa tetap berkeyakinan, bahwa Jokowi tidak akan men­cederai aspirasi masyarakat Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. “Sampai saat ini kami masih percaya Bapak Presiden punya jiwa adat Nu­santara. Kami percaya Pres­iden Jokowi akan melakukan yang terbaik, salah satunya membatalkan Perpres Nomor 51 tahun 2014,” pungkasnya. (Abdul Kadir Basalamah/Net)

loading...