MEGAMENDUNG TODAY – Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah RI dalam rangka mengangkat ekomoni masyarakat bawah, salah satunya adalah peningkatan ekonomi kerakyatan. Bersama Bupati Bogor Nurhayanti, dan  Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyaksikan secara langsung pemberian kredit kepada pelaku usaha ultra mikro dalam acara Sinergi Kementrian Dalam Mengangkat Ekonomi Rakyat melalui Inklusi Keuangan, di Desa Pasir Angin Kecamatan Megamendung, Senin 14 Agustus 2017, Desa Pasir Angin sendiri merupakan salah satu lokasi dari 19 Kabupaten/Kota pilot project program kredit usaha mikro.

Sri Mulyani mengatakan, program kredit ultra mikro merupakan wujud sinergitas beberapa kementrian yaitu Kementrian Keuangan, Kementrian Sosial, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementrian Kominfo  serta Kementrian Koperasi dan UKM,. Sinergitas tersebut  dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat kelompok bawah terhadap lembaga keuangan serta memperkecil angka kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia.

“Kenapa banyak kementrian yang terlibat? Karena program kredit ultra mikro ini harus melibatkan pihak dan sinergi dari berbagai kementrian  untuk saling mengisi, sehinga Pemerintah kita dapat mencapai target pembangunan, dimana target kemiskinan turun pada kisaran 7-8% dan inklusi keuangan ditargetkan 75% pada tahun 2019 dan masyarakat di tingkat bawah juga dapat merasakan tambahan manfaat dari APBN,” ujar Sri Mulyani.

Disamping itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa melalui program ini, diharapkan masyarakat tidak lagi berhubungan dengan para rentenir yang dengan mudah mendapatkan modal dari mereka, akan tetapi harus mengembalikan dengan bunga yang tinggi.

“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang tergiur dari Bank Emok (Rentenir) yang keliling-keliling menawarkan modal, karena itu tidak gratis dan jelas sangat merugikan,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani Juga menambahkan, masyarakat kelompok bawah bisa dengan mudah mendapatkan kredit ultra mikro ini, dengan syarat memiliki surat keterangan usaha, KTP, dan tidak mempunyai hutang kepada lembaga keuangan manapun. Dirinya juga berjanji, kedepan Pemerintah akan mengusulkan anggaran yang lebih tinggi kepada DPR untuk kredit ultra mikro ini.

“Memang saat ini maksimal plafonnya 10 juta kebawah, tetapi nanti kita sampaikan kepada dewan (DPR RI) untuk ditambahkan agar banyak masyarakat yang bisa menikmatinya,” tambah Nurhayanti.

Terakhir, Sri Mulyani mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor yang akan melakukan pendampingan kepada program ini. “Terima kasih kepada ibu Bupati yang mengatakan bahwa Pemerintah Daerah akan mendampingi program ini,” ucap Sri Mulyani.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor akan melakukan pendampingan terhadap program kredit ultra mikro ini agar tepat sasaran.

“Saya akan mendampingi mereka, karena dana ini harus dikelola dengan baik agar program pengentasan kemiskinan, kesenjangan sosial dan pengangguran dapat teratasi,” terang Nuryahanti.

Selain itu, Nurhayanti juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus melakukan pembinaan dan fasilitasi untuk meningkatkan data saing UMKM sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih tinggi untuk mendukung kemandirian ekonomi nasional.

“Kita akan tingkatkan kualitas SDM para pelaku UMKM, kemudian kita tingkatkan juga nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran, kita juga perkuat kelembagaan usaha, dan terakhir kita tingkatkan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan,” ujar Nurhayanti  .

Dalam acara ini, Sri Mulyani, Bupati Bogor dan beberapa pejabat Eselon I Kementrian Keuangan, juga melakukan video conference di beberapa lokasi yang juga dijadikan pilot project, seperti Kabupaten Soe Provinsi NTT, Kabupaten Bojonegoro yang dihadiri Menteri Koperasi dan UKM, Kabupaten Cilacap yang dihadiri Menteri KKP Susi Pudjiastusi, Cawang Jakarta Timur yang dihadiri Menteri Sosial Khofifash Indar Parawangsa, Cibubur yang dihadiri Menkominfo Rudiantara, Kabupaten tangerang, Kabupaten Pinrang, dan Kota Banda Aceh. (Firdaus /*)

loading...