bhfgt

CIBINONG TODAY – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) Republik Indonesia, Bank Artha Graha bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengulirkan beberapa program  untuk meningkat pembangunan di sejumlah desa.

Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan, bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dan Bank Desa Artha Graha akan memberikan program yang cukup bagus yakni mengembangkan dan meningkatkan desa tertinggal seperti di 11 Desa di Kecamatan Sukamakmur, Tanjung Sari dan Cariu dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Mereka akan melihat potensi desa dan mengoptimalkan sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dan jual beli masyarakat pun meningkat,hal ini cukup baik karena ada intervensi peran swasta dan Pemerintah Pusat terhadap peningkatan Desa di luar APBD,” kata Nurhayanti saat membahas program tersebut di Pendopo Bupati, Kecamatan Cibinong, Kamis (9/2/2017).

Kerjasama antara Kementerian Desa, Bank Artha Graha dan Bumdes sedangkan Pemerintah Kabupaten Bogor hanya melakukan pendampingan melalui memfasilitasi dan mengkoordinasikan, sehingga Bumdes bisa lebih mandiri mengelola hasil dari potensi di setiap daerahnya.

“Jadi, ini lebih mengembangkan model Bumdes, bagaimana nantinya potensi desa bisa lebih meningkat,” tambahnya. Bupati berharap nantinya kerjasama yang dibuat harus di implementasi di lapangan dan tidak diam di tempat.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia,  Syaiful Huda mengatakan, program yang akan di gulirkan ke Kabupaten Bogof nantinya merupakan program unggulan untuk meningkatkan pendapatan perkapita penduduk Desa dan Pembangunan Desa terasebut.

“Kami ingin peran Bumdes dapat di tingkatkan untuk menggali potensi di desa tersebut, maka kami dan Bank Artha Graha akan turun langsung ke lapangan untuk meningkatkan peran Bumdes di 11 Desa di Kabupaten Bogor sebagai Pilot Project bila program ini berhasil tidak mungkin desa desa laim di Kabupaten Bogor di juga akan diterapkan,”ujarnya.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga akan meningkatkan potensi lokal disatukan dengan teknologi IT nya, jadi Bumdes tersebut ada E-Dagang.

“Jadi potensi daerah di bidang pertanian tak hanya dijual kepada tengkulak namun bisa di jual secara langsung ke luar melalui E- Dagang,” tandasnya. (Iman R Hakim /*)

loading...