BEKASI TODAY – Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Jasa Marga Cabang Jakarta – Cikampek, Hendra Damanik mengatakan, relokasi Gerbang Tol Cikarang Utama ditargetkan selesai pada awal Mei 2019 atau sebelum arus mudik balik Lebaran 2019.

“Kita kebut relokasi Gerbang Tol Cikarut, sehingga tidak mengganggu arus mudik lebaran nanti,” katanya.

Menurutnya, pertimbangan memindahkan Gerbang Tol Cikarang Utama memang sudah harus dilakukan secepatnya. Sebab, keberadaan gerbang tol tersebut memang sudah tidak ideal karena adanya proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated. Hal itu berpotensi menimbulkan antrean kendaraan pada arus mudik balik lebaran 2019.

Sementara untuk masalah tarif nantinya akan diatur kembali di BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Dengan adanya relokasi Gerbang Tol Cikarut tersebut akan memecah beban arus kendaraan yang menuju Tol Purbaleunyi dan yang menuju Tol Trans Jawa yang selama ini bertumpu pada Gerbang Tol Cikarut tersebut.

Sedang, kata dia, bangunan Gerbang Tol Cikarang Utama tidak akan sepenuhnya dirobohkan. Melainkan hanya bagian tengah gerbang yang akan dirapikan untuk jalan tol. Sedangkan bagian pinggir gerbang akan tetap ada untuk isi ulang kartu elektronik transaksi tol. Untuk gerbang tol di KM 70 akan terdapat total 14 gardu di lajur utama, dengan memiliki tujuh gardu.

“Jadi ada 14 gardu di lajur utama dengan masing-masing arah punya tambahan delapan gardu satelit. Jadi lajur arah Jawa ada tujuh gardu utama dan delapan gardu satelit jadi 15. Arah sebaliknya juga sama,” ucapnya. (Net)

loading...