BOGOR TODAY- Prihatin karena minimnya perhatian pemerintah daerah untuk memberikan edukasi kepada anak jalanan (anjal). Anggota DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya mendirikan bangunan yang diberi nama Rumah Singgah Baraya Ceu Atty (BCA) di Babakan Peundeuy, Kecamatan Bogor Tengah.

Menurut Politisi PDI P tersebut, bagaimanapun, anjal mempunyai hak untuk mendapat pendidikan yang layak, sehingga kehidupan mereka bisa lebih baik lagi ke depannya dan tak lagi dipandang sebelah mata.

Diakuinya, minimnya edukasi kepada anjal merupakan potret buruk dunia pendidikan di Indonesia, dimana tidak semua warga negara dapat mengeyam pendidikan yang layak.

“Rumah singgah ini dibuat sebagai salah satu langkah untuk memperbaiki kehidupan mereka (anjal, red),” kata Atty.

Sementara itu, Pembina Rumah Singgah BCA, M Irfan Noor mengatakan, sedikitnya ada 25 anak jalanan di kawasan Bogor Tengah yang aktif mengikuti kelas di tempat tersebut. Selain diajar membaca dan menulis, para anjal juga dibekali berbagai keterampilan.

“Baca tulis, menghitung sudah pasti. Tapi yang terpenting kami berikan mereka kemampuan untuk menganyam dan mendaur ulang barang bekas menjadi kerajinan yang layak jual, seperti asbak, tempat lampu, tas, dan sebagainya,” katanya.

Irfan mengatakan, Rumah Singgah BCA sendiri sedikitnya memiliki 10 relawan pengajar, lima di antaranya merupakan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). “Jadi para relawan memberi materi pelajaran kepada anjal setiap Rabu, mereka mengajar tanpa diberi upah,” ucapnya.

Irfan juga sedikit berbagi pengalaman terkait mengajar anjal. Menurutnya, memberikan materi pelajaran kepada mereka harus dibarengi dengan kesabaran, sebab mayoritas anjal memiliki sifat sensitif.

“Jadi kalau gurunya galak, mereka nggak mau diajar lagi dengan pengajar itu. Atau besok-besok nggak datang lagi. Mungkin karena kerasnya kehidupan jalanan. Kadang-kadang kalau lagi belajar mereka juga curhat sambil nangis soal masalah keluarganya,” ucapnya.

Ia menambahkan, anjal yang kerap datang ke rumah singgah merupakan warga asli Bogor, yang lari dari rumah karena beragam alasan. “Banyak orang dari Ciapus dan sekitar Pasar Bogor. Ada yang ke jalan karena faktor ekonomi, ada juga yang ingin hidup tanpa aturan. Maknya kami juga beritahu bahaya pengunaan narkoba dan seks bebas,” pungkasnya.(Yuska Apitya)

loading...