Dalam kehidupan nyata, kita sering melihat kejutan-kejutan. Sebuah atraksi kehidupan di luar dugaan banyak orang. Seorang janda tua tinggal di gubuk tua, yang tampaknya tak memiliki banyak harta, justeru melakukan banyak hal untuk banyak orang. Si janda tua itu menjual dua ekor sapi kesayangannya demi untuk membantu saudara seimannya yang teraniaya di Rohingya. Sementara di sebuah rumah mewah yang tampak bak istana dan memiliki segala-galanya, tidak melakukan apapun, bahkan berteriak bahwa derita Rohingya itu hasil gorengan para politisi brengsek yang ingin menggoyang dan mendiskreditkan rezim yang syah.

Ternyata kekayaan harta tidak selalu berimbang dengan kekayaan hati, apalagi dengan kekayaan dan keteguhan imani. Ternyata, hitung-hitungan akal tidak selalu satu angka dengan hitung-hitungan hati dan keyakinan. Berbahagialah mereka yang kekayaan hatinya sama atau melebihi kekayaan hartanya. Celakalah mereka yang kekayaan hatinya jauh lebih rendah dengan kekayaan hartanya. Kelompok pertama akan menjadi jembatan atau media bahagianya orang lain. Sementara orang kedua adalah menjadi penindas hak dan kebahagiaan orang lain.

Jangan terbiasa menebak kondisi orang dari tampilan lahirnya, karena bisa jadi isi batinnya tak sama dengan yang tampilkan. Jangan terbiasa pula menebak batin seseorang karena itu bukan wilayah kita melainkan wilayah Allah. Cukup lihat, dengar, jalani dan ambillah pelajaran hidup. Bukankah tak selamanya pelajaran itu menyenangkan kita atau sesuai dengan harapan kita. (*)

loading...