CIBINONG TODAY – Hingga saat ini, angka kebakaran di Kabupaten Bogor masih tinggi. Bagai mana tidak, dari januari hingga Mei 2017 kasus kebakaran berjumlah 46 kejadian kebakaran yang tersebar di beberapa wilayah di Bumi Tegar Beriman.

“Jumlah paling banyak kasus kebakaran yaitu di pemukiman padat,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Data Informasi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Ade Mintarsih saat ditemui di ruangannya, Jumat (5/8/2017).

Dijelaskan Ade – begitu disapa – kebakaran bisa berlangsung dengan cepat dari suatu bahan yang mudah terbakar atau akibat arus pendek listrik. Selain merugikan secara materil juga bisa menyebabkan jatuhnya korban jiwa. “Untuk tahun ini, kasus kebakaran belum sampai ada jatuhnya korban jiwa,” tutur Ade.

Ade menambahkan, kebanyakan kebakaran di Kabupaten Bogor tejadi di daerah pemukiman padat, kontrakan yang dekat dengan daerah industri. “Untuk meminimalisir kebakaran kami telah mensosialisasikan ke sekolah-sekolah dan perusahaan,” kata ibu berkacamata itu.

Ia menambahkan, biasanyapemicu kebakaran akibat konsleting listrik dan kompor gas yang cara pemasangannya kurang benar.

“Tips untuk mencegah kebakaran, pertama kita menggunakan alat listrik seminimal mungkin tidak menumpuk colokan listrik, kedua apabila mencium bau durian di gas jangan dulu di pasang minta bantuan tetangga dan ketiga jangan membuang puntung rookok sembarangan,” tukasnya. (Napisah MG)

loading...