BOGOR TODAY- Pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Andreas Jumanto, bertekad maju dalam kontestasi Pilbup Bogor 2018 mendatang. Keponakan Mba Tutut (Siti Hardijanti Rukmana) ini juga berkomitmen untuk tidak menerima gaji jika dipercaya duduk menjabat Bupati Bogor 2018-2023.

“Saya sudah komitmen untuk tidak menerima gaji selama menjabat. Ini sudah janji diri saya,” ungkap Pengurus Perbakin Pusat itu.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) ini Selama sepuluh tahun terakhir sudah mendirikan berbagai usaha di Bogor. Rampung menempuh gelar pascasarjana (S2) hukum di Chicago University, Andreas berkomitmen ingin membaktikan diri untuk Kabupaten Bogor. “Membangun dimulai dr desa. Suatu hari muncul sebuah keprihatinan yg sangat memilukan, ketika saya memulai langkah untuk melihat secara langsung wilayah Kabupagen Bogor,” kata dia.
“Saya prihatin melihat kondisi infrastruktur jalan. Sungguh jauh dari kata layak,” kata dia.
Andreas juga menyoroti kampung-kampung di Bogor yang belum mendapat penerangan dari PLN. “Saya lahir dari desa. Saya memahami betul kebutuhan warga desa,” kata dia.
Andreas menegaskan, butuh komitmen dan tekad yang tulus untuk membangun dan semua harus didasari dengan keihlasan dari pemimpin yang akan melayani seluruh warga. “Yang penting itu kejujuran. Saya masih banyak kekurangan dan tidak mungkin merubah kondisi yg ada di Bogor dalam waktu sekejap. Tapi, optimisme itu aangat dibutuhan pemimpin saat ini,” kata dia.(Yuska Apitya)

loading...

1 KOMENTAR

Comments are closed.