YOGYAKARTA TODAY – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi meningkat dan menyebabkan hujan abu sempat mengguyur wilayah Klaten. Untuk mengatisipasi abu Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menyiapkan 30.000 masker.

“BPBD DIY menyiapkan 30.000 masker ditambah dari BPBD Sleman, Dinkes DIY dan Sleman serta puksesmas-puskesmas di wilayah Sleman,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, Minggu (6/1/2019) petang.

Selain menyiapkan masker, BPBD secara rutin juga mengecek kesiapan early warning sistem (EWS) termasuk memperbaiki jalur evakuasi.

“Sampai saat ini Merapi masih Mandali (aman dan terkendali). Guguran lava terjadi Jumat malam, dan mengeluarkan abu tipis. Tapi masih stabil, belum ada perkembangan signifikan, sehingga statusnya masih level 2 atau waspada,” kata Biwara.

Menurutnya, sejauh ini BPBD DIY dan Sleman terus melakukan upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Komunikasi dan peran posko terus ditingkatkan agar ketika ada informasi penting, cepat sampai ke masyarakat dan komponen penanggulangan bencana.

“Barak pengungsian, armada dan sarpras yg diperlukan untuk penanganan kedaruratan sudah disiapkan,” katanya.

Biwara juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh hoaks. Biwara menyarankan agar masyarakat selalu mengikuti info dari lembaga resmi.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) disebutkan bahwa asap dengan ketinggian 10-20 m terlihat di atas puncak kawah.

Jumlah gempa guguran pada hari Minggu (6/1/2019) hingga pukul 12.00 WIB kemarin tercatat ada 16 kali, gempa vulkanik dangkal 1 kali.

BPPTKG Melarang ada kegiatan pendakian Gunung Merapi kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi juga harus dikosongkan dari aktivitas penduduk. (Net)

loading...