BOGOR TODAY- Warga di Jalan NV Sidik Batutulis, RT 03 / RW 04, Bondongan, Bogor Selatan, Kota Bogor, berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang terdampak longsor, beberapa waktu lalu. Pasalnya, jika tidak dilakukan penanganan cepat, khawatir akan ada titik longsor baru.

“Alhamdulillah saat kejadian tidak ada korban jiwa. Tapi, akses jalan gang utama terputus. Warga harus berputar lebih jauh dan motor pun tidak bisa masuk karena aksesnya lebih sempit,” ujar ketua RW 04, Supriatna (57) kepada wartawan, Jumat (9/6/2017).

Tidak itu saja, lanjut dia, jika ada salah satu warganya yang meninggal dunia, keranda jenazah dibisa manjangkau ke rumah warga. “Warga cukup terbatas menjalani aktivitas seperti biasa. Misalnya, Kalau ada yang meninggal, keranda tidak bisa masuk, harus nunggu di atas gangbkarena sempit,” kata dia.

Untuk itu, warga berharap pemerintah bisa melakukan tindakan cepat terhadap lingkungan yang terdampak longsor itu karena dikhawatirkan timbul titik longsor baru di lokasi yang sama. “Jangan sampai ada korban dulu, pemerintah baru sibuk,” tandasnya.

Dari pantauan, longsor yang terjadi Selasa (6/6/2017) malam itu merusak akses jalan warga di dekat jembatan NV Sidik. Material longsor pun membuat aliran sungai menjadi dangkal dan menyempit.

Sementara itu, di lokasi yang sama tampak tokoh masyarakat setempat, Arifin Himawan, meninjau lokasi longsor. Arifin langsung berbincang dengan warga serta ketua RW.

“Kedatangan saya ke sini untuk meninjau. Kebetulan, dulunya saya ketua RW di wilayah ini. Jadi, saya ada semacam kewajiban untuk memonitor dan berkoordinasi dengan RW yang sekarang supaya tahu apa yang bisa diupayakan oleh saya dan rekan-rekan yang lain di luar sana,” jelas Arifin ketika ditanya wartawan perihal kedatangannya.

Arifin yang merupakan mantan Ketau RW di wilayah tersebut sejak 2005 hingga 2013 itu mengungkapkan, keinginan warga agar titik longsor tersebut cepat diperbaiki. “Saya coba berikan penjelasan kepada warga jika dalam pemerintahan ada birokrasi yang harus dilalui. Tapi, saya akan terus pantau dengan komunikasi dengan pihak kecamatan. Kalau ada progres ya berarti warga harus bersabar, tapi jika tidak ada progres saya sebagai warga juga berhak untuk memberikan masukan,” beber pria yang akrab disapa Kang Ahim itu. (Yuska Apitya)

loading...