LRT-8-11-71

BOGOR TODAY- PT Adhi Karya akhirnya menandatangani kontrak pembangunan light rail transportation (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) tahap pertama. Namun Direktur Utama PT Adhi Karya Budi Harto mengatakan kontrak tersebut belum mencantumkan skema pembiayaan proyek itu. “Skema pembiayaan akan ditentukan dalam beberapa hari ini. Paling lambat satu bulan akan diputuskan,” ucap Budi saat ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Februari 2017.
Budi berujar, nilai kontrak yang ditandatangani bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono senilai Rp 23,3 triliun. Angka itu, tutur Budi, sudah termasuk pajak pertambahan nilai. Budi menjelaskan, target penyelesaian proyek tahap I ini adalah Mei 2019. Waktu tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan fisik pembangunan, yang ditargetkan selesai pada Desember 2018.

Budi mengatakan angka Rp 23,3 triliun sudah sesuai dengan perhitungan Adhi Karya. Perkembangan proyek tersebut hingga hari ini sudah 12 persen. Namun untuk kontrak tahap kedua masih belum dilakukan. Budi berujar, sampai hari ini, proyek pembangunan LRT tahap II belum mulai perhitungan, karena pihaknya ingin tahap I diselesaikan dulu. “Jalan setahun atau dua tahun dulu (tahap I), baru tahap II,” ucapnya.

Diketahui, proyek LRT Jabodebek diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2016. Sejak keluarnya perpres itu pada pertengahan tahun lalu, baru hari ini kontrak LRT yang memiliki panjang 42,1 kilometer ditandatangani. Tahap I proyek LRT Jabodebek akan meliputi jalur lintas pelayanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, dan Cawang-Dukuh Atas. Sedangkan tahap II akan meliputi Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol.(Yuska Apitya)

loading...