BOGOR TODAY- Sebanyak enam orang bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor yang mengikuti penjaringan di DPC Demokrat Kota Bogor sudah diserahkan oleh tim penjaringan Demokrat ke DPD Demokrat Jawa Barat. Dari enam orang yang menyerahkan formulir pendaftaran ikut penjaringan, dua diantaranya merupakan calon incumbent yakni Walikota Bogor Bima Arya dan Wawalkot Bogor Usmar Hariman. Keduanya mengikuti penjaringan Demokrat untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP. Romantisme politik Usmar Hariman dan Bima Arya memang sempat pudar dan hingga kinipun hubungan politik keduanya belum pulih dari cedera. Mungkinkah di Pilwalkot Bogor 2018, momentum ‘Cinta Lama Bersatu Kembali’ bakal terukir melalui restu Cikeas?

Ketua tim desk Pilkada Kota Bogor DPC Demokrat, Mufti Faoqi mengatakan, sampai batas akhir penutupan, ada sebanyak enam orang yang menyerahkan formulir pendaftaran dan resmi ikut penjaringan. Semua berkas pendaftar sudah diserahkan ke DPD Jawa Barat.

“Semuanya ada enam orang yang menyerahkan formulir dan ikut penjaringan. Saat ini prosesnya tahapannya ada di DPD Jawa Barat,” katanya

Mufti menyebutkan, enam orang yang mendaftar itu diantaranya, Bima Arya, Usmar Hariman, Dodi Setiawan, Ferro Sopacua, Agus Sulaksana, Susatio. Jumlah pendaftar itu diantaranya dari kalangan internal ada lima orang dan eksternal ada satu orang yakni Bima Arya yang saat ini menjabat sebagai Walikota Bogor. Untuk proses selanjutnya di Kota Bogor, dalam waktu dekat akan dilakukan survey kepada para calon internal dan eksternal.

“Nanti kita akan lakukan survei, kemungkinan sekitar akhir bulan ini. Selanjutnya tahapan tes maupun psikotes akan dilakukan oleh DPD Jawa Barat. Apapun hasilnya nanti, semua keputusan ada di DPP, soal siapa saja yang mendapatkam rekomendasi DPP dan di usung sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota. Kita semuanya harus fatsun terhadap hasil keputusan DPP nanti,” jelasnya.

Namun demikian, DPC Demokrat sangat mengharapkan ada kader terbaik internal partai yang menjadi posisi Walikota atau Wakil Walikota pada Pilwalkot 2018 nanti. “Intinya untuk Pilwalkot nanti, kader internal Demokrat harus menjadi walikota atau wawalkot. Kami berharap bisa memenangkan Pilkada, dan utamanya memenangkan Pileg 2019 mendatang,” pungkasnya. (Yuska Apitya)

loading...