BOGOR TODAY- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta seluruh Pemda di Jabar waspada di musim hujan ini. Khususnya bagi daerah yang sering terjadi longsor.

Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, hampir semua wilayah di Jawa Barat merupakan wilayah yang berpotensi mengalami bencana longsor. “Jadi selama musim hujan ini, pemerintah daerah di Jabar harus lebih waspada akan longsor,” ujar Ego kepada wartawan, di Kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Menurut Ego Jawa Barat menjadi daerah yang paling banyak terjadi bencana longsor, dengan rata-rata jumlah korban setiap tahunnya mencapai 200 orang. Dari data Badan Geologi, sekitar 22 Kabupaten/Kota di Jabar yang rawan longsor yakni Kota Bandung, Cimahi, Banjar, dan Depok, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Indramayu. Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Garut, Karawang, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sukabumi, Sumedang, dan Tasikmalaya.‬

“Jabar itu rentan longsor karena dikelilingi tanah vulkanik serta perbukitan. Yang paling rawan, adalah Jabar bagian selatan karena daerahnya perbukitan dan banyak alih fungsi lahan jadi Pemda harus siaga,” ucapnya.

Kondisi tanah yang rawan bencana tersebut, lanjut Edo, semakin parah dengan perusakan lingkungan. “Lahan yang seharusnya menjadi hutan lindung sekarang banyak dijadikan pertanian, perkebunan, hingga pemukiman. Juga faktor cuaca sehingga terus memicu pergerakan tanah,” ucapnya.

Pihaknya, lanjut Ego, tidak akan berhenti mengingatkan akan bahaya longsor. Seperti yang terjadi di Ponorogo, pihaknya mengaku sudah mengingatkan. “Seperti di ponorogo itu kan sudah berkali-kali diingatkan,” tandasnya.(Yuska Apitya)

loading...