SPBU-Pertamina-Pasti-Pas1JAKARTA TODAY- Guna meningkatkan transaksi non tunai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). PT Pertamina (Persero) menggandeng Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI).
Kerja sama yang dilakukan dengan meluncurkan program “Pertamina Feul Lucky Swipe”. Sebuah program nasional yang merupakan rangkaian dari no surcharge atau setiap transaksi non tunai di seluruh SPBU Pertamina tidak lagi dikenakan biaya tambahan.

“Jadi ini launching Pertamina Feul Lucky Swipe, dalam rangka kita mendorong cashless society, jadi kita sejak awal tahun kan sudah no surcharge pembelian di SPBU dengan kartu kredit, mulai Januari tidak ada tambahan biaya, kan kalau beli elektronik kena surcharge 2%, nah itu mulai Januari tidak ada,” kata Senior VP Fuel and Distribution PT Pertamina (Persero) Affandi usai acara Launching Pertamina Feul Lucky Swipe di Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Dengan program ini juga, kata Affandi, Pertamina ingin meningkatkan transaksi diseluruh SPBU yang dimiliki Pertamina. Saat ini, transaksi tunai masih mendominasi dengan presentase 97% dan 3% non tunai.

“Nah program ini dalam rangka mendorong konsumen menggunakan cashless, kita mau jadi 10% (dari sebelumnya hanya 3%),” tambahnya.

Dalam program ini, Pertamina juga akan memberikan hadiah berupa 9 mobil dan 30 motor bagi masyarakat yang sering bertransaksi non tunai di SPBU milik Pertamina.

Affandi mengungkapkan, program transaksi non tunai dimulai sejak 1 Februari 2017 dan akan di 2.300 SPBU milik Pertamina yang tersebar di Indonesia.

“Jadi semakin banyak transaksi non tunai, kemungkinan ikut undian untuk mendapatkan hadiah semakin besar,” jelasnya.

Program Feul Lucky Swipe juga hanya berlaku bagi para masyarakat yang memiliki kartu kredit Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank BNI. Selain 3 bank itu tidak bisa mendapatkan undian.

“Di luar itu enggak, kenapa cuma 3 bank ini, karena 3 bank ini mayoriti transaksi di SPBU ya 3 bank ini,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Affandi, penerapan transaksi non tunai pada seluruh SPBU Pertamina juga menekan risiko kriminalitas yang terjadi di SPBU.

Dia mencontohkan, transaksi tunai di SPBU masih sebesar 97%, dengan begitu banyak uang cash yang harus disetorkan kepada bank dalam jumlah besar. Berbeda jika transaksi non tunai, uang yang dibayarkan langsung tercatat di perbankan.

“Sama kalau selama ini dia terima uang dari SPBU cash, duit utuh yang harus dihitung lagi, dengan cashless dia tidak usah itung biayanya berkurang,” tukasnya. (Yuska Apitya/dtk)

loading...