BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Opini Today / Spiritualitas Mudik

Spiritualitas Mudik

Ahmad Sastra Dosen Pascasarjana UIKA Bogor

TRADISI wajib setiap hadir hari raya Idul Fitri adalah mudik. Mudik atau pulang kampung adalah kembalinya sang perantau ke kampung halaman. Merantau ke luar daerah umumnya untuk bekerja mencari nafkah, meski ada juga karena menuntut ilmu atau kepentingan yang lain. Mudik adalah tradisi istimewa, sebab meski banyak resiko, biaya tinggi bahkan kadang macet di jalan dan banyak yang harus meninggal karena kecelakaan, namun mudik tiap tahun justru semakin ramai, tidak pernah berkurang.
Sejauh pengatahuan penulis, tradisi mudik hanya terjadi di Indonesia, hal ini terjadi mungkin karena luasnya wilayah Indonesia dan juga karena tradisi merantau yang telah terwariskan secara turun temurun. Meski masyarakat jawa memilki filosofi hidup `mangan ora mangan sing penting kumpul` atau makan atau tidak makan yang penting kumpul bersama keluarga, namun faktanya masyarakat Jawa Tengah dan Timur justru mayoritas merantau ke berbagai daerah di Indonesia.
Secara psikologis, tradisi mudik menunjukkan bahwa pada umumnya orang akan kembali kepada kampung halaman setelah melakukan perantauan ke daerah lain. Kampung halaman adalah tempat asal mereka dilahirkan dan diasuh oleh orang tua hingga tumbuh dewasa. Bahkan seringkali, kampung halaman dijadikan sebagai tempat lahir sekaligus tempat mati, meski dalam hidupnya merantau ke berbagai daerah. Tidak itulah mengapa banyak orang ingin dikuburkan di kampung halaman, meski matinya di tempat rantau. Keistimewaan kampung halaman inilah yang kelak melahirkan tradisi mudik.
Secara filosofis, mudik adalah sebuah perumpamaan eksistensi kehidupan manusia. Sebab manusia pasti bermula dan berakhir, berasal dan kembali. Jika diibaratkan mudik, manusia berasal dari kampung halaman dan akan kembali ke kampung halaman. Manusia dilahirkan dan akan mengalami kematian. Selama menjalani kehidupan di dunia inilah mereka sedang menjalani masa perantauan.
Secara spiritual, manusia akan mudah menjawab jika ditanya siapa yang telah menciptakan manusia dan alam semesta, mereka akan menjawa Allah. Kepercayaan dasar ini bersifat inherent [ghorizah tadayyun]. Bahkan manusia juga tidak bisa membantah `suara hatinya` bahwa kelak mereka akan kembali kepada Allah setelah kematian. Sebagaimana keyakinan mereka akan kampung halaman, tempat mereka dilahirkan.
Karena itu, bukanlah jadi masalah, keyakinan manusia akan sang Pencipta. Keyakinan ini ibarat yakinnya mereka akan keberadaan matahari di siang hari dan bulan di malam hari. Masalahnya adalah bagaimana memanfaatkan cahaya matahari, masalahnya adalah bagaimana menjalani hidup di tanah rantau, masalahnya adalah bagaimana menjalahi kehidupan di dunia ini.
Ternyata faktanya dari dahulu kala hingga zaman modern ini, tidak banyak manusia yang mampu memanfaatkan cahaya matahari, tidak banyak manusia mampu menjalani hidup di dunia ini dengan benar. Itulah sebabnya tidak setiap orang yang berangkat merantau bisa mudik dengan sukses. Di tanah rantau, banyak yang mengalami kegagalan.
Kenapa banyak orang mengalami kegagalan di tanah rantau, sebab mereka salah niat, tergoda di tanah rantau atau lupa akan kampung halaman. Mengapa banyak orang yang gagal dalam kehidupan di dunia, sebab mereka tidak menyadari dari mana berasal, untuk apa hidup dan hendak kemana setelah mati. Sesungguhnya hidup itu berasal dari Allah (QS Ar Rahman : 3), visi hidup di dunia adalah untuk ibadah kepada Allah (QS Adz Dzariyat : 56) dan setelah mati akan kembali kepada Allah (QS Yasin : 83).
Hakekat visi ibadah dalam hidup adalah ketundukan total kepada hukum-hukum Allah dalam menjalankan seluruh aspek hidupnya di dunia. Ibadah harus berorientasi kepada meraih ridho Allah dan metodenya mengikuti Sunnah Rasulullah. Allah menurunkan Islam sebagai seperangkat hukum yang harus disaksikan, dipahami, diamalkan, diajarkan, didakwahkan, diperjuangkan, diterapkan negara dan disebarkan melalui dakwah dan jihad fi sabilillah. Lihatlah perjuangan Rasulullah dari komimen kepada Allah hingga menegakkan daulah Islam di Madinah. Rasulullah adalah suri tauladan kita (QS Al Ahzab : 21).
Status khalifah yang disematkan Allah kepada manusia dan tidak diberikan kepada makhluk lainnya adalah visi agung yang harus diemban oleh manusia selama hidup di bumi Allah. Hendaknya manusia membangun dan mengelola manusia, kehidupan dan alam semesta dengan prinsip-prinsip nilai ilahi, bukan malah merusaknya.
Allah telah menegaskan dalam al Qur`an surat Ar Ruum ayat 41 berupa ancaman bagi manusia yang justru membuat kerusakan di muka bumi. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Kesuksesan seorang perantau adalah saat komitmen terhadap niat baik sejak awal berangkat dari kampoeng halaman, sehingga setelah pulang dia telah memiliki bekal yang cukup untuk membangun kampung halaman dan memberi manfaat bagi masyarakatnya. Jika di tanah rantau berubah jadi penjahat, maka mudik justru akan jadi bencana di kampoeng halamannya sendiri.
Kesuksesan seorang hamba Allah dalam hidup adalah saat komitmen terhadap visi hidup yang telah Allah gariskan sejak awal, sehingga setelah pulang kampung alias mati telah memiliki bekal yang cukup untuk memasuki surganya Allah. Jika dalam kehidupan dunia justru menjadi penjahat yang merusak Islam, menghina ulama, menolak hukum Allah. Jika demikian, maka mudik ke akherat justru akan menjadi bencana bagi dirinya, karena siksa neraka telah menanti.
Namun demikian, selama masih di tanah rantau masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, sebelum mudik. Masih ada kesempatan taubat selama masih diberikan usia, sebelum mati. Karena itu bagi seluruh manusia dan kaum muslimin, bertaubatlah sebelum kita semua mudik ke akherat dan menghadapi hari perhitungan yang akan menetapkan posisi kita, apakah di surga atau sebagai penghuni neraka. Selamat mudik, semoga sukses dunia dan akherat.
 

About Novie Widia Astuti

Check Also

PKS Beri Sinyal Dukung Ridwal Kamil di Pilgub Jabar

BANDUNG TODAY- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum memutuskan nama yang akan didukung dalam pergelaran Pemilihan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com