BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Opini Today / SIAPA WALI KOTA BOGOR 2018-2023 ?

SIAPA WALI KOTA BOGOR 2018-2023 ?

Oleh Heru B Setyawan (Pemerhati Politik)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melakukan pengundian nomor urut peserta Pilwalkot 2018 di kawasan objek wisata SKI Jalan Raya Katulampa Kota Bogor, Selasa, 13 Februari 2018. Keempat pasangan peserta mendapatkan nomor urutnya masing-masing. Pasangan Ahmad Ruyat-Zainul Mutaqin yang diusung PKS, PPP dan Gerindra mendapatkan nomor urut 1. Nomor urut 2 menjadi milik satu-satunya pasangan dari jalur perseorangan Edgar Suratman-Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat. Selanjutnya, petahana Bima Arya yang berpasangan dengan Dedie A Rachim mendapatkan nomor urut 3. Pasangan tersebut diusung partai terbanyak yakni PAN, Golkar, Demokrat, Nasdem dan Hanura. Sedangkan pasangan dari PDIP dan PKB Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso mendapatkan nomor urut 4 (Pikiran Rakyat/14/03)

Setelah hampir sebulan mengadakan kampanye secara simpatik dan damai, meski belum ada agenda debat, maka terlihat sekarang siapa kira-kira yang paling berpeluang menjadi pemenang Pilwalkot Bogor 2018 dan berhak menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2018-2023. Baik akan penulis bahas satu persatu kelebihan dan kekurangan tiap  pasangan.

Pasangan nomor urut 1 Achmad Ruy’at-Zainul Mutaqin yang diusung PKS, PPP dan Gerindra. Kelebihan pasangan ini secara umum adalah pro Ulama dan umat serta nasionalis religius. Karena figur Achmad Ruy’at terkenal sebagai seorang Ulama yang santun, mudah diterima pada semua golongan. Maklum Ustadz Ruy’at sudah sangat berpengalaman sebagai seorang politikus dari PKS.

Beliau pernah menjadi anggota DPRD I Jabar, anggota DPRD II Kota Bogor dan pernah menjadi Wakil Wali Kota (2009-2014).

Selain terkenal sebagai Ustadz, Ruy’at sangat senang berolah raga tenis lapangan, futsal, bulutangkis, gowes sepeda dan naik gunung, serta aktif di media sosial. Dengan kata lain, ini Ustadz zaman now.

Sementara pasangan Ruy’at, Zainul Mutaqin adalah seorang politikus yang sudah berpengalaman juga. Zainul saat ini menjadi Ketua DPC PPP Kota Bogor. Beliau pernah menjadi anggota DPRD Kota Bogor 2 periode sampai sekarang. Pemimpin Umum Harian Pakuan Raya yang menduduki jabatan Ketua GP Ansor Kota Bogor (2008-2013), Wakil Ketua GP Ansor Jawa Barat (2011-2015), Ketua BKC (Bandung Karate Club) Kota Bogor dan Ketua Perbasi Kota Bogor (2011-2016).

Dalam Pemilu Tahun 2014, beliau adalah calon anggota DPRD Kota Bogor yang memperoleh suara sah tertinggi di Kota  Bogor, yaitu 7.022 atau 61% dari BPP (BPP Dapil Kota Bogor 3; 11.551 suara sah). Zainul Mutaqin adalah sosok seorang politikus yang religius sekaligus pengusaha sukses.

Perpaduan antara Ruy’at dan Zainul yang di dukung oleh 2 mesin politik (PKS dan Gerindra) yang sangat kuat, solid, kompak dan loyal. Hal ini terbukti pada Pilkada DKI Jakarta 2 partai ini ditambah PAN, bisa memenangkan Anies-Sandi. Padahal lawanya pada waktu itu Ahok-Djarot didukung 7 partai, yaitu PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, PKB, PPP dan PKPI.

Apalagi ditambah pengaruh dari Pilkada DKI Jakarta dan pengaruh negatif dari kasus penistaan agama oleh Ahok, serta adanya kebangkitan umat dengan terjadinya aksi super damai 212. Pasangan ini semakin diuntungkan untuk menang.

Kekurangan pasangan ini adalah harus bisa menarik pemilih pemula/kaum muda, Islam KTP/Islam abangan, nasionalis liberal dan sekuler serta non muslim.

Pasangan nomor urut 2 menjadi milik satu-satunya pasangan dari jalur perseorangan Edgar Suratman-Syefwelly Gianyar Djoyodiningrat. Pasangan perseorangan Edgar Suratman dan Sefwelly Ginanjar Djoyodinigrat sangat sulit bersaing dengan 3 pasangan lainnya, karena secara budaya politik, masyarakat Bogor dan Indonesia belum terbiasa dengan jalur perseorangan ini.

Terbukti pada Pilwalkot Kota Bogor 2013 pasangan perseorangan (Independen) Firman Sidik Halim-Gartono  hanya mendapat 25.793  (6.43 %) dan pasangan Syaiful Anwar- Muztahidin Al Ayubi (Independen) mendapat 43.448 (10.83 %). Jadi total pasangan perseorangan 69.241 (17.26 %).

Pasangan nomor urut 3  Bima Arya Sugiarto yang berpasangan dengan Dedie A Rachim . Pasangan ini diusung 5 partai,  yakni PAN, Golkar, Demokrat, Nasdem dan Hanura. Kekuatan pasangan ini adalah sebagai petahana yang didukung banyak Parpol. Elektabilitas Bima Arya masih tertinggi di Kota Bogor saat ini berdasarkan hasil survei berbagai lembaga.

Selain itu kelebihan Bima Arya adalah sebagai doktor politik lulusan luar negeri, energik, gaul, pandai berkomunikasi, suka memotivasi, banyak membangun taman, disenangi anak muda dan pemilih pemula (pemilih milineal)

Sedangkan pasangan Bima Arya, yaitu Dedie A Rachim kurang dikenal atau elektabilitas rendah, meski beliau adalah mantan pejabat KPK. Dedie A Rachim ini bersifat homogen dengan Bima Arya, artinya seorang Dedie A Rachim tidak bisa menambah suara Bima Arya, karena pemilih Dedie A Rachim juga pemilih Bima Arya. Dedie A Rachim itu suka nyanyi, suka naik vespa, gaul dan berjiwa muda, ya itu identik dengan Bima Arya.

Menurut pengamat politik Yus Fit­riadi, kinerja Bima dalam memimpin pemerintahan sudah bisa terukur oleh masyarakat sehingga terbentuk opini baik dan buruk. Opini buruk itu yang akan di­mun­culkan lawan-lawannya dalam mencari simpati masya­rakat. ”Kelemahan Bima Arya itu dua hal. Pertama, tidak membangun dinamika di politik lokal. Renggang dengan DPRD, renggang dengan partai politik di tingkat lokal, dan kurang bagus dalam konsolidasi di pemerintah kota. Dia langsung direct ke pimpinan pusat,” kata Yus.

Kedua, Bima Arya lebih fokus ke peningkatan investasi tanpa diikuti peningkatan kemudahan perizinan. Kelemahan tersebut, menurut dia, bisa dimanfaatkan lawan-lawannya untuk memunculkan kampanye antipetahana. ”Ada suatu akumulasi politik, persepsi pemilih yang melihat kinerja hingga memunculkan isu ’asal bukan petahana’. Itu akan merusak citra petahana,” bebernya

Selain kedua kelemahan tersebut, menurut penulis, kelemahan Bima Arya adalah belum bisa memanajemen jalannya roda Pemkot Bogor. Karena lemahnya jiwa kepemimpinan dan kurang koordinasi, maka Pemkot Bogor tinggi Silpanya, pembangunan tidak fundamental (hanya taman kota yang ditonjolkan, meski ini termasuk program kerja dari Bima Arya), jalan R3 belum rampung ganti ruginya padahal sudah hampir 5 tahun.  Masjid Agung sampai sekarang masih terbengkalai dan kemacetan juga belum teratasi.

Pasangan nomor urut 4 Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso yang diusung PDIP dan PKB. Kekuatan pasangan ini adalah nasionalis, pemenang Pileg 2014 yaitu PDI-P, pemilih non muslim akan nyaman jika memilih pasangan ini. Dadang ketua DPC PDI-P, secara rekam jejak baik, diterima semua kalangan, kreatif mengadakan kegiatan yang melibatkan massa banyak dan merakyat.

Sugeng Teguh Santoso sebagai Wakil Wali Kota terkenal sebagai pengacara di Bogor dengan icon “Sang Pembela”. Sangat dekat dengan wong cilik, karena sering membela rakyat kecil.

Kelemahan pasangan ini Parpol pengusungnya kurang dekat dengan Ulama dan umat Islam. Meski PKB partai berbasis Islam, tapi selama ini, sering tidak sejalan dengan umat Islam. Demikian juga PDIP yang kebijakannya sering tidak pro Ulama dan umat Islam. Padahal dulu PDIP selalu dekat dengan Ulama. Seperti Megawati pernah berpasangan dengan Hamzah Haz dan K.H. Hasyim Muzadi.

Dan Sugeng Teguh Santosa juga bersifat homogen dengan Dadang Iskandar Danubrata , karena Sugeng Teguh Santoso adalah kader PDIP. Harusnya pasangan Dadang Iskandar Danubrata dari PKB, Ulama yang bisa diterima semua golongan, birokrat atau bahkan artis nasional. Padahal sempat ada kabar bahwa pasangan Dadang Iskandar Danubrata adalah kader PKB yaitu artis ganteng Tomy Kurniawan.

Baiklah kita tunggu pelaksanaan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Penulis yakin pemilih Kota Bogor sangat cerdas dalam memilih pemimpinnya, sehingga akan terpilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2018-2023 yang amanah, kompeten dan bisa diterima oleh masyarakat. Jayalah Bogorku.

About alfian mujani

Check Also

Terus Naik, Harga Minyak Dunia Sentuh USD80/Barel

NEW YORK TODAY – Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun naik pada Kamis (Jumat pagi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com