BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Opini Today / Pendidikan Keluarga

Pendidikan Keluarga

Oleh : Muhtadin, S.Ag, M.Pd.I

Sebuah keluarga bahagia adalah idaman setiap orang yang berkeluarga. Keluarga bahagia merupakan keluarga yang bisa menghadirkan kedamaian dan ketentraman dalam hidup. Bahkan segala kelelahan dan masalah yang dihadapi tidak akan menjadi sesuatu yang memberatkan, jika mempunyai keluarga bahagia.

Memiliki sebuah keluarga yang bahagia bukanlah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, namun memerlukan pengetahuan dan usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Salah satu yang faktor dalam menuju terbentuknya keluarga bahagia ialah seorang suami atau ayah sebagian kepala keluarga melakukan kewajibannya dalam keluarga dengan sebaik-baiknya.

Kewajiban seorang suami dalam keluarga secara garis besar ada dua, yaitu pertama kewajiban secara lahiriah yang berupaya kewajiban​ untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga yang bersifat materi seperti menyangkut kebutuhan pangan, sandang, dan papan serta kebutuhan lainnya.

Yang kedua, kewajiban bersifat batiniah yang diwujudkan dalam bentuk memberi kasih sayang dan perhatian, pengajaran dan pendidikan serta memberikan nasihat dan bimbingan agama terhadap keluarganya.

Kedua kewajiban dan tanggung jawab ini merupakan sesuatu yang nanti akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah SWT.  Al-Quran dengan jelas memperingatkan setiap kepala keluarga agar mendidik dan memelihara keluarganya dari segala keburukan yang akan menjerumuskan ke dalam siksa api neraka. Firman Allah,  “Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”  (QS.  At-Tahrim:6).

Di samping memenuhi dua kewajibannya tersebut,  seorang kepala keluarga harus menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya. Setidaknya ada lima peran seorang kepala keluarga terhadap keluarganya yaitu sebagai sosok pribadi yang penyayang, sebagai pemberi pengajaran, sebagai pemberi nasihat, sebagai sosok yang layak diteladani dalam keluarga, dan memberikan teguran ketika suatu waktu anaknya melakukan kekeliruan.

Selanjutnya yang tidak boleh dilupakan, tentu saja untuk terus mendekatkan diri dan berdoa kepada Allah swt. Karena Dia-lah yang mengatur segala sesuatu. Dan Allah jualah yang akan memberikan kebahagiaan terhadap hamba Nya. (*)

About Iman Rahman Hakim

Check Also

Anas Urbaningrum Diperiksa Terkait E-KTP

JAKARTA TODAY- Sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dengan terdakwa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com