BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Opini Today / PELUANG PARTAI BARU

PELUANG PARTAI BARU

Oleh : Heru B setyawan (Pemerhati Politik)

Ada 4 partai baru pada Pemilu 2019 mereka adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda). Popularitas empat partai tersebut meroket selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari kekuatan pendirinya yang berasal dari berbagai bidang, di antaranya pengusaha, aktivis, dan jurnalis. Partai baru ini memiliki ide dan strategi tersendiri untuk menarik simpati publik dan mendongkrap suara di Pemilu 2019. Berikut adalah peluang, kekuatan dan kelemahan 4 partai baru tersebut:

  1. Partai Perindo didirikan oleh pengusaha media, MNC Group, Hary Tanoeseodibyo (HT) HT mengatakan, partainya lebih berupaya untuk menggenjot popularitas serta elektabilitas partainya lewat media, terutama televisi. Lewat jaringan MNC, media yang dimilikinya, iklan Partai Perindo hampir tiap saat muncul di televisi. Selain itu berbagai kegiatan juga dilakukan Perindo, di antaranya adalah bedah rumah, pemberian gerobak cuma-cuma, bantuan kepada petani, bantuan pemuda, pemberitaan di media.

Pada zaman now, atau jaman melineal, ada jargon yang sangat terkenal yaitu siapa yang menguasai media maka akan menguasai dunia. Partai Perindo akan sangat mudah menarik simpatik pemilih lewat iklan di TV yang dimilikinya. Dengan MNC Group (RCTI, SCTV, MNCTV dll) dan Koran Sindo yang secara massif mengiklankan Partai Perindo, partai ini diperkirakan akan mendulang suara terbanyak dibanding partai baru lainnya.

Ditambah dengan sifat budaya orang Indonesia yang kurang senang membaca, tapi sukanya menonton TV, tidak peduli dengan politik, gampang kagum terhadap sesuatu. Maka Partai Perindo semakin jaya menambah pundi-pundi suara dalam Pemilu nanti.

Kelemahan Partai Perindo hanya satu, yaitu HT adalah non muslim. Jika masyarakat tahu HT adalah non muslim, pastilah sebagian besar masyarakat tidak akan memilihnya atau tidak akan memilih caleg yang berasal dari Partai Perindo. Ini bukan masalah SARA, tapi ini namanya politik identitas, yang juga terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Politik identitas adalah kecenderungan seseorang memilih berdasarkan identitasnya, misal identitas agamanya, gantengnya, cantiknya, sukunya, wibawanya, penampilannya, pakaiannya dan lain-lain yang gampang terlihat. Ini sah-sah saja, meski hal ini tidak menjamin kebenarannya. Baiknya setelah kita paham politik identitas, harus dilanjutkan dengan membaca dan mencari tahu dengan selengkapnya calon yang harus kita pilih, sehingga kita tidak akan salah memilih.

  1. Partai Berkarya digagas oleh putra mantan presiden RI ke 2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Partai Berkarya didominasi oleh mantan kader Partai Golongan Karya atau Golkar. Namun, Tommy mengatakan, Partai Berkarya bukan pecahan Partai Golkar dan didirikan bukan karena sakit hati dengan Golkar

Partai ini menjadikan figur Presiden Indonesia kedua Soeharto sebagai roh partai. Tommy mengatakan, banyak orang merindukan figur Pak Harto yang tidak membedakan suku,ras,agama dan mengutamakan persatuan dan nasionalisme. Apalagi dengan kondisi ekonomi setelah 20 tahun reformasi yang tidak semakin membaik, semakin figur Soeharto bangkit kembali. Sehingga banyak poster yang beredar seperti,”Isik enak jamanku to” (masih enak jamanku kan)

Dengan alasan tersebut dia atas, maka Partai Berkarya menurut penulis juga akan meraih banyak suara pada Pemilu nanti. Partai Berkarya minimal akan menyamai Partai Nasdem dan Partai Hanura, kecuali Partai Gerindra. Karena ke 3 partai ini adalah jebolan dari Partai Golkar juga. Partai Nasdem pendirinya Surya Paloh, Partai Hanura pendirinya Jendral Wiranto dan Prabowo Subianto pendiri Partai Gerindra. Ketiga orang ini  dulunya adalah anggota Dewan Pembina Partai Golkar.

Kelemahan Partai Berkarya adalah, jika masyarakat masih menilai salah jaman Orde Baru atau jamannya Soeharto yang identik dengan Golkar yang penuh dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) pada waktu itu. Yang menyebabkan Soeharto lengser setelah 32 tahun berkuasa.

  1. Partai Solidaritas Indonesia (PSI), PSI didirikan oleh mantan jurnalis televisi, Grace Natalie. Grace Natalie mengaku kesulitan saat pertama kali mendirikan partai politik. Grace mengatakan, modal terbesar dari partainya adalah kreativitas. Ia mengatakan, partainya menawarkan gaya baru dalam berpolitik yang lebih menyasar pada anak muda dan perempuan. Menurut Grace, anak muda dan perempuan lah yang selama ini dianggap kurang terwakili kepentingannya di dunia politik.

Tsamara Amany yang kerap dibicarakan di media sosial juga menjadi pendongkrak popularitas partai ini. Mantan jurnalis Isyana Bagoes Oka, Andy Budiman, serta desainer internasional dari Bali Niluh Djelantik juga aktif dalam menyampaikan visi dan misi dari PSI di media sosial.

Menurut penulis PSI sulit bersaing dengan kedua partai yang sudah disebutkan di atas. Karena target PSI yang menyasar kaum muda dan perempuan, juga sudah disasar oleh partai lama. Bahkan partai lama juga canggih dalam menarik simpati kaum muda dan perempuan dengan menggunakan selebritis dan publick figure lainnya.

  1. Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia) Sekretaris Jenderal Partai Garuda Abdullah Mansyuri mengatakan partainya bergerak dengan jaringan anggota yang berada di daerah. Ia mengatakan, sebagai partai baru, partainya akan mengajak anak-anak muda untuk bergabung. Anak muda, menurut dia, dianggap lebih mandiri dan memiliki niatan luhur untuk memperbaiki kondisi negeri.

Apalagi Partai Garuda sangat sulit bersaing dengan partai baru lainnya, karena partai ini tidak popular dan para pendiri serta pengurusnya belum dikenal oleh masyarakat luas. Partai Garuda juga elaktabilitasnya rendah dan tidak ada yang sexy untuk dijual.

About alfian mujani

Check Also

Terus Naik, Harga Minyak Dunia Sentuh USD80/Barel

NEW YORK TODAY – Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun naik pada Kamis (Jumat pagi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com