BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Opini Today / HIKMAH KASUS SUKMAWATI

HIKMAH KASUS SUKMAWATI

Oleh Heru B Setyawan (Pecinta Indonesia)

Sebelum membahas hikmah penistaan agama oleh Sukmawati Soekarno Putri, tidak ada salahnya dan bijaksana,  jika kita menengok ke belakang dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Dalam kasus ini Ahok menyatakan, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya.”  

Karena kasus ini Ahok dipenjara selama 2 tahun, kalah pada Pilkada DKI Jakarta  serta banyak hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini. Pertama, bersatunya umat Islam. Belum pernah ada ceritanya ormas NU, Muhammadiyah, FPI dan ormas Islam yang lain bersatu dalam Aksi Damai Bela Islam 212. Bersatunya ormas Islam ini sudah barang tentu didasari oleh semangat persaudaraan seiman.

Kedua, Islam itu indah. Hal ini terbukti pada Aksi Damai Bela Islam  yang berlangsung tertib, damai, santun, disiplin, menyenangkan dan agamis. Ketiga, tumbuhnya semangat jihad pada umat Islam Indonesia. Ada tiga pengertian jihad menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: 1. Usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan. 2. Usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga. 3. Perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam. Dengan Aksi Damai Bela Islam ini sesuai dengan arti jihad yang ke 1 dan yang ke 2.

Keempat, umat Islam jadi tahu dan paham terhadap isi kandungan Al Qur’an. Seperti kita ketahui banyak umat Islam yang kurang paham terhadap Kitab Suci Al Qur’an, hal ini bisa dipahami, karena masih banyak umat Islam yang buta baca Al Qur’an.

Kelima, adanya golongan munafik. Dengan kejadian ini Allah SWT memperlihatkan pada kita semua, siapa orang yang beriman dan siapa orang yang munafik.

Sungguh disayangkan kejadian penistaan agama terulang kembali, kali ini yang melakukan adalah putri Proklamator, yaitu Sukmawati. Umat Islam protes terhadap puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dia bacakan pada acara Indonesia Fashion Week 2018 pekan lalu. Bagian puisi yang menyinggung mengenai azan dan cadar dianggap menghina umat Islam.

Sukmawati  meminta maaf atas puisinya yang dinilai sebagian pihak melecehkan agama Islam. Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai langkah putri proklamator Sukarno itu bijaksana.”Lantunan azan adalah panggilan kepada umat untuk menenteramkan hati sebelum salat. Semoga permohonan maaf dari Mbak Sukmawati menenangkan Ibu Pertiwi yang gundah dan menyelesaikan polemik yang meresahkan,” ungkap Zulkifli, (4/4/2018).

Zulkifli Hasan berharap polemik puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu tidak lagi diperpanjang. Meski begitu, soal pelaporan sejumlah pihak terhadap Sukmawati, Zulkifli menyebut tidak bisa diintervensi. “Terlepas dari proses hukum yang sedang terjadi,  Sukmawati kelihatannya sudah menyadari kekeliruannya dan meminta maaf,” ujarnya. Hikmah dari kejadian ini menurut penulis adalah:

Pertama, menyentil dan mengingatkan muslimah yang belum menutup auratnya. Penulis prihatin masih banyak muslimah di Indonesia yang belum memakai hijab, memang dibanding 20 tahun yang lalu, muslimah yang memakai hijab semakin banyak. Hal ini karena semakin baik kesadaran umat Islam untuk mempelajari agamanya dan semakin majunya perkembangan Islam untuk kelas menengah atas di Indonesia.

Tapi kalau kita mau jujur dan bukan untuk membuka aib, karena muslimah yang belum berhijab/bercadar kan memang kelihatan. Justru yang belum menutup auratnya ini adalah public figure, selebritis dan para pejabat.

Bahkan ibu negara Irena Jokowi juga belum menutup auratnya, demikian juga mantan ibu negara Ani Yudhoyono. Ada juga menteri Sri Mulyani, menteri Susi, menteri Kehutanan dan LH, menteri luar negeri juga belum berhijab.

Apalagi dikalangan selebritis berhijab dibuat main-main, artinya memakai hijab pada acara dan momen tertentu. Mereka beralasan klasik yaitu kalau belum siap berhijab atau dituntut peran untuk tidak pakai hijab. Sehingga mereka beranggapan rejeki mereka hilang.

Padahal ada artis Dewi Sandra yang sekarang memakai hijab, justru lebih banyak ordernya dan semakin berkah hidupnya, dibanding sebelum menutup auratnya. Semoga beliau-beliau yang belum berhijab tersebut diberi hidayah oleh Allah SWT, sehingga memakai hijab.

Kedua, menyentil dan mengingatkan muslim yang belum shalat berjamaah di Masjid. Menurut penelitian  Dewan Masjid Indonesia rata-rata prosentase shalat wajib berjamaah di Indonesia adalah 10 %, kecuali shalat dua hari raya dan shalat jum’at. Rasanya penelitian DMI ini benar adanya dengan kondisi jumlah jamaah  shalat wajib sehari-hari di Indonesia.

Keadaan ini sungguh memprihatinkan, karena shalat tepat waktu adalah amalan yang paling disukai oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita  juga mewajibkan bagi orang buta untuk shalat berjamaah di masjid, asal bunyi adzan itu terdengar oleh orang buta tersebut, apalagi bagi kita yang normal.

“Aku pernah bertanya kepada Nabi  Muhammad SAW, “Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab: “Shalat pada waktunya.” ‘Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa kagi?” Beliau menjawab: “Kemudian berbakti kepada kedua orangtua.” ‘Abdullah bertanya lagi, “Kemudian apa kagi?” Beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah.”  (No. Hadist 496 HR. Bukhari)

Padahal kalau orang tahu manfaat dari shalat berjamaah tepat waktu di Masjid, maka masjid akan penuh jamaahnya, karena Masjid adalah tempat yang paling disukai oleh Allah, dan Masjid itu tempat yang penuh keberkahan.

Ketiga, menyentil dan mengingatkan agar pemerintah jangan berlaku sekuler. Sungguh menyedihkan pemerintah sekarang berlaku sekuler di negara yang mayoritas Islam ini. Pemerintah sekarang ingin memisahkan urusan agama dengan negara. Misal Jokowi pernah berkata, ‘Jangan bawa agama untuk urusan politik’ setelah banyak diprotes masyarakat, kemudian Jokowi meralatnya.

Juga ada narasi yang disimpulkan oleh Ustadz Felix Siauw. Bahwa ada upaya untuk membenturkan Islam dengan negara, jika anda menjalankan negara, maka jangan bawa agama. Karena kalau membawa agama, berarti anda tidak menghargai keberagaman serta kita dianggap intoleransi. Atau dianggap anti Pancasila, sehingga kemarin ada slogan saya Indonesia dan saya Pancasila.

Mereka lupa padahal sila pertama dari Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi bangsa Indonesia itu bukan negara Islam, tapi Indoneia itu negara yang bertauhid. Jadi semua peraturan dan Undang-Undang yang ada di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Al Qur’an dan Hadist. Pancasila itu tidak bertentangan dengan Islam.

Keempat, menyentil dan mengingatkan agar aparat penegak hukum berlaku adil. Inilah saat yang paling tepat untuk aparat penegak hukum agar menegakkan supremasi hukum dengan berlaku adil dalam menjalankan tugasnya. Rakyat sekarang sudah pintar dan sulit dibohongi, aparat penegak hukum, harus bekerja profesional dalam menangani kasus yang sensitif dan sangat melukai umat Islam ini.

Agama Islam itu pemaaf dan tidak boleh dendam untuk urusan pribadi, tapi untuk urusan penistaan agama, kita tegas dan harus diproses secara hukum, meski Sukmawati sudah meminta maaf. Ini sekaligus untuk proses pembelajaran bagi anak cucu kita agar di masa depan kasus ini tidak terulang kembali.

Jika ini dilaksanakan, maka rakyat akan percaya lagi pada aparat penegak hukum. Karena selama ini hukum berlaku tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dan tidak akan terjadi lagi seperti aksi super damai 212 yang sangat fenomenal. Tapi yang terjadi adalah proses hukum yang adil terhadap Sukmawati dan kita bisa enak menonton lewat TV sambil minum secangkir kopi. Jayalah Indonesiaku.

About alfian mujani

Check Also

Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS Masih Berlanjut

JAKARTA TODAY – Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus berlanjut hingga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com