BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Health Care / Bolehkan Penderita Kanker Payudara Menyusui?

Bolehkan Penderita Kanker Payudara Menyusui?

3-6“Sebab, yang berbahaya itu obatnya, bukan tumor atau kankernya. Tumor atau kanker, kan, letaknya di luar saluran ASI, jadi tidak ada hubungannya dengan ASI”

Oleh : Latifa Fitria
fitrianislatifa@gmail.com

Memberikan ASI merupakan mimpi bagi ibu melahirkan yang peduli akan kes­ehatan anaknya. Namun, bila men­derita tumor atau kanker payudara, boleh ibu menyusui bayinya dengan ASI?

Menurut dr. Utami Roesli, Sp.A, pa­kar laktasi dari menjelaskan bila ibu yang baru melahirkan menderita tumor atau kanker payudara, dia tidak boleh menyu­sui bila mendapatkan pengobatan.

Namun, bila tidak menjalani pengo­batan, sang ibu boleh menyusui bayinya dengan ASI. “Sebab, yang berbahaya itu obatnya, bukan tumor atau kankernya. Tumor atau kanker, kan, letaknya di luar saluran ASI, jadi tidak ada hubungannya dengan ASI,” katanya

Dokter anak yang juga disebut sebagai Pejuang ASI ini mengatakan, ia adalah seorang survivor kanker payudara. Dulu, tuturnya, setelah melahirkan anak, ia tetap menyusui bayinya karena ia tidak men­jalani pengobatan. “Jadi, silakan saja meny­usui kalau tidak mendapatkan pengobatan untuk tumor atau kankernya.”

Menurut dr. Utami Roesli, ibu dengan kanker payudara bisa saja menyusui anaknya. Pasalnya kanker mungkin berada bukan pada sel-sel pembuat ASI. Hanya saja, diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Pertama, ibu tidak dalam pengobatan dengan obat-obatan. Utami mengatakan, obat-obatan mengalir dalam darah yang bisa terlarut juga dalam ASI. Sehingga pemberian ASI ke bayi mungkin akan memberikan efek obat. “Jika pengo­batan bersifat radiasi, asalkan tidak saat mendapat terapi, ibu boleh saja menyusui,” tuturnya.

Selain terapi radiasi, pengobatan yang bisa dilakukan untuk kanker payudara adalah lumpektomi. Karena pengobatan ini si­fatnya yang tidak terlalu ekstensif sehingga tidak mempengaruhi kemampuan untuk menyusui.

Namun keadaan fisik ibu yang memiliki kanker payudara berbeda-beda sehingga mem­butuhkan konsultasi secara khusus pada dokter yang memeriksa. Apabila sel kanker mempen­garuhi produksi ASI, maka diperlukan cara lain agar anak tetap mendapat ASI.

Sebagai alternatif, ibu dapat memberikan ASI dari payudara yang tidak terkena kanker. Dikhawatirkan produksi ASI lebih sedikit di pa­yudara yang terkena kanker.

Utami mengatakan, ASI dapat memberikan kekebalan alami bagi bayi. Sehingga bayi dapat terhindar dari penyakit-panyakit, termasuk kanker di kemudian hari. Maka kanker yang diderita ibu, tidak akan menurun ke anak.

“Bahkan apabila ibu terkena infeksi ringan seperti influenza, ibu tidak akan menularkan bayi yang disusuinya berkat kekebalan alami yang dimiliki ASInya,” imbuhnya.

About admin

Check Also

Difteri Penyakit Menular Meyebabkan Kematian

CIBINONG TODAY – Tahun lalu, warga Bogor diresahkan oleh penyakit yang mengakibatkan kematian. Difteri merupakan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com