BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home / Heulang 9 / Al-Humazah

Al-Humazah

PADA sebuah dinding taman pemakaman tertulis jelas sebuah kalimat: “Kau tak lagi mampu membawa hartamu bersamamu kini. Hanya hartamu yang telah kau kirimkan hari kemarin yang telah menunggumu untuk menyertaimu saat ini.”

 

Kalimat di atas mestinya memandu kesadaran hati kita selalu berada di baris terdepan menghalau ketamakan dan kebakhilan untuk menjadi pemutus gaya kita mencari dan menggunakan harta kita. Semoga keberfikiran dan rasa syukur  mengantarkan kita pada kisah hakiki kehidupan dunia, yakni bahwa tak ada yang kekal abadi kecuali yang telah dititipkan kepada Allah yang Maha Kekal.

 

Kalaulah janji Allah dan Rasulullah kepada para dermawan tak lagi mampu mengetuk pintu kesadaran, lalu janji siapa lagi yang bisa diharap untuk membuka pintu hati. Sungguh pintu kuburan tak akan lagi terbuka untuk kita hidup kedua kalinya di muka bumi ini. Hidup kita ini adalah pertaruhan sesungguhnya untuk menentukan nasib akhir kita: kembali ke surga tempat kakek nenek kita pertama kali diciptakan atau ke neraka tempat iblis dan para pengikutnya dipulangkan.

 

Sungguh celaka mereka yang menghimpun harta dan menghitung-hitungnya, seraya menyangka bahwa hartanya akan menjadikannya hidup kekal. Mari kit abaca dan renungkan isi surat Al-Humazah. Setelah itu, lihatlah catatan harta kita, lihatlah tumpukan emas permata yang tersimpan di kotak itu, bukalah buku tabungan kita, lalu tanyakan: “Wahai hartaku, engkau akan bersamaku kelak dengan cara aku sedekahkan hari ini, ataukah engkau akan berganti tuan setelah aku mati kelak?”

 

 

About Novie Widia Astuti

Check Also

PKS Beri Sinyal Dukung Ridwal Kamil di Pilgub Jabar

BANDUNG TODAY- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum memutuskan nama yang akan didukung dalam pergelaran Pemilihan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Bogor-Today.com